Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pernikahan Kahiyang-Bobby Jadi Pertanda Bagus, Tukimin: Calon Pengantin Tidak Boleh Lagi Memikirkan Diri Sendiri

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 07 November 2017 |14:11 WIB
Pernikahan Kahiyang-Bobby Jadi Pertanda Bagus, Tukimin: Calon Pengantin Tidak Boleh Lagi Memikirkan Diri Sendiri
Oleh-Oleh Siraman Kahiyang (Foto: Ardy/Okezone)
A
A
A

RITUAL-RITUAL pra-pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution hampir selesai. Pagi tadi, acara diawali dengan pemasangan bleketepe, kemudian dilanjutkan hingga prosesi siraman.

Bagi masyarakat Jawa, rangkaian prosesi adat yang digelar sebelum akad nikah menjadi ritual yang wajib dilaksanakan. Pasalnya, pada setiap tahapan tradisi tersebut memiliki makna mendalam, dan arti yang diyakini berpengaruh dalam rumah tangga yang akan dijalankan oleh kedua mempelai.

Dalam ritual siraman misalnya, Tukimin Wisanggeni, seorang Spiritualis Budaya menyatakan dalam program Special Event Jokowi Mantu yang ditayangkan Inews, kendi tempat menyimpan air yang kemudian dipecahkan oleh orangtua keluar air merupakan penggambaran dari pecahnya air ketuban yang menandakan akan lahirnya seorang anak manusia.

Selain menjelaskan perihal makna di balik kendi yang dipecahkan, Mbah Kung Tukimin, begitu ia disapa, juga mengatakan pernikahan Khiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution ini jadi pertanda yang bagus bagi Negara Indonesia.

"Tradisi menikah antara pengantin yang berasal dari Jawa dan Jawa sudah biasa, tapi ini pasangan yang menikah tidak berasal dari Jawa, melainkan dari Jawa dan Batak, maka menurut saya menjadi pertanda bagus," ucapnya dalam program Special Event Jokowi Mantu, Selasa (7/11/2017).

Lebih lanjut, Mbah Kung Tukimin juga menuturkan pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution menjadi contoh perwakilan pernikahan campuran, karena berasal dari daerah berbeda, dan memiliki adat yang sama-sama kental. Kahiyang berasal dari Jawa-Solo yang terkenal dengan kekentalan budayanya, sementara Bobby berasal dari Tapanuli Selatan-Batak yang juga masih menganut tradisi kebudayaan.

"Pernikahan Kahiyang dan Bobby ini mewakili seluruh ras dan suku bangsa, semua masyarakat akan mendukung di dalam hati yang paling dalam," tambahnya.

Kemudian, Mbah Kung Tukimin juga menyarankan pada calon mempelai, Kahiyang dan Bobby, untuk beristirahat cukup, karena rangkaian prosesi adat Jawa sangat banyak dan melelahkan. Meskipun kedua calon mempelai hanya dapat tidur dengan waktu yang singkat, tidur tersebut harus berkualitas.

"Prima dalam fisik, tidak boleh dalam kondisi sakit, karena fisik yang tidak prima, maka jiwanya pun tidak kuat. Fisik dan mental harus betul-betul bagus, karena ketika akad nikah mental harus dalam kondisi baik," ucapnya.

Selain memberikan calon pengantin saran untuk beristirahat cukup, Mbah Kung Tukimin juga berpesan, agar dapat beradaptasi atau menyesuaikan kebiasaan lama dengan hal baru yang akan segera dijumpai setelah menikah. Pasalnya, sepasang suami-istri yang baru saja menikah pasti akan mengalami perbedaan kebiasaan.

"Harus ada dalam benak, apapun yang terjadi saya dengan istri atau saya dengan suami, akan sampai tua, susah-senang, bahagia-menderita, terus bersama-sama, diikat dengan cincin emas, dan disaksikan kepada keluarga dihadapan Tuhan, harus siap berkorban kedua-duanya, demi keagungan dan kemuliaan, jangan memikirkan diri sendiri, dari yang ini punya ku, jadi ini punya kita," ungkapnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement