Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Budaya Menganyam Tradisional Indonesia Menghiasi Karya Bangunan Eksterior Hingga ke Mancanegara

Vessy Frizona , Jurnalis-Jum'at, 03 November 2017 |14:14 WIB
Budaya Menganyam Tradisional Indonesia Menghiasi Karya Bangunan Eksterior Hingga ke Mancanegara
Ilustrasi desain eksterior (Foto: Vincent Loy)
A
A
A

INDONESIA merupakan negara yang kaya dengan warisan budaya yang menarik dan otentik. Salah satu warisan budaya tersebut adalah budaya anyam.

Budaya ini merupakan keahlian khas oleh para leluhur dan masih tetap hidup hingga saat ini. Sejak dulu anyaman tidak hanya diaplikasikan untuk produk-produk kerajinan tangan, seperti keranjang dan tas anyaman. Namun juga, sebagai produk sebagai pembentuk elemen bangunan seperti dinding, lantai, maupun atap rumah tradisional.

Saat ini, keunikan dari budaya menganyam dalam arsitektur bangunan tradisional dapat dicerna kembali dan diwujudkan dalam karya-karya arsitektur kontemporer oleh para desainer dan arsitek Indonesia.

Saat ini konsep bangunan ramah lingkungan dan pelestarian budaya asli Indinesia telah diterapkan pada proyek-proyek dunia. Seperti atap rumah rumbia, kursi-kursi dan meja rotan. Biasaya produk-produk bangunan asli Indonesia digunakan untuk area eksterior. Misalnya saja di area resort, theme park, atau beachwalk.

"Untuk membangun area outdoor yang alami material yang digunakan adalah alang-alang sintesis, bambu sintesis, anyaman sintesis yang dibentuk menjadi hutan atau dekorasi sebuah wahana," Ungkap Johan Yang selaku Executive Vice President, Virobuild, kepada Okezone saat ditemui di acara bertajuk Storytelling about Indonesia through Weaving Craftsmanship and Technology di Kawasan Kemang, belum lama ini.

Produk-produk anyam dari material Indonesia telah dipamerkan dan dinikmati diberbagai negara. Seperti di Banana Island Resort Doha-Qatar, Chimelong di Zhuhai China, dan di Theme park Walt Disney's Animal Kingdom Theme Park-Florida, dan tak ketinggalan bangunan Pavilion Indonesia World Expo 2015 di Milan.

Menurut desainer interior Indonesia, seperti Rubi Roesli Miranti Gumayana, Dani Hermawan, dan Carolina Djunaedi, yang terlibat mendesain bangunan-bangunan tersebut menyatakan, penggunaan elemen anyaman dan arsitektur bangunan tradisional Indonesia dapat digunakan untuk desain berbagai gaya kehidupan sehari-hari. Mereka pun membeberkan dari mana inspirasi yang diperoleh untuk membuat bangunan berciri khas Indonesia di kancah internasional.

"Desainnya sendiri mengusung tema besar dari World Expo itu sendiri, 'Feed The World' yang terinspirasi dari alat tradisional Indonesia untuk menangkap ikan," ungkap Rubi yang terlibat mendesain The Pavilion Wold Expo Milan 2015.

Sementara itu, untuk karya Wahana Pandora di Disney Animal Kingdom, Florida, karya tersebut 70 persen mewakili Indonesia melalui kolaborasi instalasi interior dan exterior yang terinspirasi dari budaya anyam di Indonesia.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement