“Bagaimana bila pasien tidak bisa ikut dalam penerbangan yang telah dijadwalkan karena masalah yang tak diinginkan terjadi setelah prosedur atau tindakan?” ujar salah seorang juru bicara dari Korean Association of Plastic Surgeons dan Korean Society of Plastic.
Hal yang sama juga diutarakan oleh dokter ahli. Bukan tak mungkin pasien akan mengalami masalah yang berujung pada risiko komplikasi. Tentu ini akan sangat berbahaya.
“Perubahan ekstrem pada ketinggian dan hal lain saat penerbangan setelah operasi bisa meningkatkan risiko komplikasi. Apalagi di dalam pesawat bisa menyimpan mikroorganisme sehingga menyebabkan infeksi luka,” ujar ahli dermatologi yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Sejal Shah.
Lebih lanjut, masalah lain yang bisa meningkatkan tekanan darah sehingga memperlambat proses penyembuhan. Akibatnya, hal tersebut berkembang pada pembekuan darah.
Sementara, menruut American Society for Aesthetic Plastic Surgery, pasien perlu menunggu setidaknya 10 hari sebelum melakukan penerbangan pasca prosedur operasi plastik.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.