PERNAH menonton film Hollywood berjudul When In Rome dimana tokoh utama film ini melempar koin ke dalam air mancur di Roma? Ternyata scene tersebut terinspirasi dari mitos air mancur Trevi Fountain yang berada di Roma, Italia. Ribuan turis mengunjungi Trevi Fountain setiap hari karena adanya mitos melempar koin ke dalam kolam. Saking banyaknya koin euro yang dilempar, kadang koin - koin di Trevi Fountain dicuri lho.
Inilah tempat tujuan saya seusai mengagumi karya seni Renaissance di St. Peter's Basilica, Vatikan, yang berada di tengah kota Roma. Dengan mengendarai sepeda motor, saya menuju ke distrik Trevi tempat Trevi Fountain berada. Setelah parkir di area pertokoan, saya jalan kaki ke arah air mancur. Tak sampai 2 menit tibalah saya di destinasi wisata terkenal di Roma ini.
Trevi Fountain dipenuhi oleh para turis saat saya tiba. Sebagian turis tampak sibuk melempar koin dan berfoto selfie. Yang lainnya duduk di undakan yang mengelilingi air mancur terkenal ini. Ada juga yang sedang pre-wedding lho. Suasana di sekitar air mancur memang romantis sih. Trevi Fountain yang dibangun dengan gaya Baroque ini dikenal sebagai air mancur paling terkenal di dunia.
Sebabnya apalagi kalau bukan karena mitos melempar koin. Mitos disini mengatakan bila seseorang melempar koin 1 kali maka ia akan kembali lagi ke Roma. Bila melempar 2 koin maka ia akan bahagia. Sedang bila melempar 3 koin maka ia akan jatuh cinta dengan orang Italia. Wah unik ya.
Cara melemparnya pun khusus. Koin satu euro dilempar dengan menggunakan tangan kanan dengan melewati bahu kiri dan harus membelakangi air mancur.
Karena hampir setiap turis yang mengunjungi Trevi Fountain pasti melempar koin, ada banyak sekali koin yang bertebaran di dasar kolam. Diperkirakan 3.000 euro atau Rp47.310.000 dilempar ke Trevi Fountain setiap hari. Wah banyak banget ya uangnya!
Tak heran bila kadang - kadang ada juga yang berusaha mencuri di kolam Trevi ini meski sudah jelas ilegal. Koin yang dilempar ke dalam Trevi Fountain dikumpulkan untuk menyubsidi sebuah supermarket yang digratiskan untuk kaum miskin di kota Roma.
BACA JUGA:
Jelmaan Superhero, Hijaber Ini Selamatkan Pria Terbakar dengan Baju Abaya
7 Proses Singkat Bikin Teh dengan Metode Cold Brew, Rasanya Lebih Mantap!
Orangtua Sibuk, Bocah SD Sewa Wanita Lain untuk Jadi Orangtuanya
Jadi Milenial Mom, Barbie Ternyata Juga Melahirkan Loh! Yuk Intip Prosesnya
Tak cuma karena mitosnya yang unik, Trevi Fountain menjadi tujuan banyak turis di Roma juga karena keindahan bangunannya yang bergaya Baroque. Air mancur ini dihiasi dengan patung - patung Romawi di atas air mancur dan kolam luas yang airnya berwarna biru turkois. Patung yang berada di tengah merupakan patung Oceanus yang sedang berdiri di bawah lengkungan kemenangan. Di bawah Oceanus ada patung kereta yang ditarik oleh dua kuda laut. Satu kuda jinak sedang lainnya liar, melambangkan suasana hati laut. Dua orang Triton memimpin kuda - kuda itu. Triton yang berada di sebelah kanan meniup cangkang bengkok untuk mengumumkan perjalanan mereka.
Trevi Fountain telah ada sejak tahun 19 Sebelum Masehi. Pada masa itu, untuk menemukan sumber air, Romawi mengandalkan seorang perawan untuk menemukan sumber air kemudian menggalinya. Pada tahun 1629, Trevi Fountain direstorasi atas perintah Sri Paus Urban VIII karena desain sebelumnya kurang dramatis. Berbagai seniman Italia seperti Nicola Salvi dan lainnya kemudian membangun ulang Trevi Fountain hingga jadi seperti saat ini.
Tak cuma cantik dikunjungi saat siang hari, saat malam Trevi Fountain juga tetap cantik dengan adanya lebih dari 100 lampu LED yang dipasang untuk menyinari air mancur ikonik Roma ini.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.