" />
Lebih lanjut, Dr Sanjay Bansode, kepala departemen ginekologi, yang menangani si bayi mengatakan si kembar lahir dalam kondisi sehat namun dokter tahu mereka tidak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.
"Bayi-bayi itu adalah kasus parapagus atau anak kembar berkepala dua, yang sering lahir mati. Ini sangat jarang terjadi dan hanya terjadi 1:1.000.000 kelahiran," papar Dr. Sanjaya.
Dia menambahkan, saat dilahirkan, kebanyakan kasus bayi kembar dua kepala ini dalam kondisi sangat kritis dan mereka diharuskan untuk memakai ventilator. Tapi, tetap saja esok harinya si bayi tidak akan bisa bernapas lagi.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.