Ditta Miranda Jasjfi
Ketertarikan Ditta Miranda Jasjfi pada dunia tari memang sudah terlihat sejak ia masih kecil. Pada umur 5 tahun, Ditta mulai mengenal balet dan sedikit mempelajarinya di kota Paris, Prancis. Kemudian ketika ia berumur 7 tahun, Ditta memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mendalami berbagai macam tarian daerah mencakup Bali, Jawa, Sulawesi, hingga Sumatera. Menginjak umur 21 tahun, Ditta memutuskan untuk mengambil studi di Jerman setelah sempat menghabiskan sekitar 3 tahun mempelajari Sastra Jepang di Universitas Nasional. Di Jerman, ia berhasil mewujudkan impiannya dengan menyelenggarakan pertunjukkan solo bertajuk “Ditta Miranda Jasfji: Sebuah Perjalanan Tari”. Penampilannya mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak.
Bathara Saverigadi
Prestasi gemilang juga diraih oleh seorang penari muda berbakat asal Bantul, Yogyakarta. Saat masih duduk dibangku kelas 2 SMA, Bathara Saverigadi berhasil memukau pencinta tari dari dalam negeri maupun mancanegara setelah membuat repertoar tari bertajuk “Gama Gandrung”. Persembahan tari tradisional ini berlatar belakang tari Gandrung khas Banyuwangi. Reputasinya di dunia seni tari juga sempat membawa Bathara menunjukkan talentanya di kancah internasional. Ia pernah dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk membawa misi kesenian ke India pada tahun 2008.