Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

100 Orang Meninggal karena Wabah Pes di Madagaskar, Penyebabnya Ritual Menari dengan Mayat?

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 28 Oktober 2017 |17:57 WIB
100 Orang Meninggal karena Wabah Pes di Madagaskar, Penyebabnya Ritual Menari dengan Mayat?
Ilustrasi (Foto: Dailymail)
A
A
A

PENDUDUK Madagaskar saat ini tengah diserang oleh wabah penyakit menular yang dikenal dengan sebutan Pes. Penyakit ini sudah memakan korban lebih dari 100 orang meninggal dunia. Pihak berwenang mengungkapkan bahwa wabah tersebut kemungkinan besar berasal dari ritual tradisional yang sering dilakukan oleh penduduk lokal.

Tradisi itu dikenal dengan nama “famadihana”. Secara harfiah, famadhina merupakan ritual menari dengan mayat. Untuk melakukan ritual ini, penduduk Madaskar biasanya akan menggali kembali kuburan kerabat terdekatnya, kemudian mereka akan mengganti kain kafan mayat tersebut sambil melakukan tarian tradisional sebelum akhirnya mayat dikembalikan ke liang kubur.

Famadihana sering dilakukan oleh penduduk yang tinggal di daerah pusat kota atau yang berada di dataran tinggi. Berdasarkan pengakuan Willy Randriamarotia, salah satu staff Kementerian Kesehatan Madagaskar, wabah Pes menular ketika orang-orang menyentuh mayat yang telah terkontaminasi bakteri pemicu Pes, Yersinia Pestis.

“Bila seseorang meninggal karena penyakit Pes dan mayatnya dibongkar kembali untuk ritual famadihana, bakteri penyakit itu masih bisa menulari siapa saja yang bersentuhan dengan jenazah,” tutur Willy kepada AFP, seperti dikutip dari Live Science, Sabtu (28/10/2017).

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bakteri Pes yang telah masuk ke dalam tubuh manusia biasanya akan menyebabkan inflamasi pada kelenjar getah bening. Jika tidak diobati secara cepat, bakteri tersebut dapat menyebar ke paru-paru dan menyebabkan wabah pneumonia. “Penyakit ini juga bisa menyebar melalui udara,” tulis WHO dalam pernyataan resminya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement