Hal yang membuat bancakan terlihat unik adalah makan dengan menggunakan tangan langsung atau tanpa sendok. Dilansir dari berbagai sumber, makan bersama ini telah menjadi bagian dalam tradisi kehidupan santri baik dalam budaya Sunda maupun Jawa.
Makna yang bisa dapat dari tradisi makan bersama ini adalah nilai kebersamaan dan kesederhanaan. Hal ini juga diungkapkan oleh pakar kuliner William Wongso.
"Filosofinya semua orang tidak ada batasnya, tidak ada perbedaan. Semua makan dari wadah yang sama, bersama-sama. Tidak ada yang bilang, ini lho piring saya, ini piring kamu, tidak ada karena semua bersatu," jelas William Wongso kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Dahulu, tradisi ini dilakukan oleh para santri yang sering makan dalam kebersamaan. Hampir semua pesantren di Pulau Jawan menggunakan tradisi bancakan saat makan bersama. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi makan ini juga dilakukan oleh masyarakat urban.