TIDAK ada yang menyangka dengan penyebab meninggalnya Nainika Tikoo (9) bocah perempuan dari India pekan lalu. Kabarnya, usai menyantap pancake blueberry dia merenggut nyawa. Kenapa sebabnya?
Malang nian nasib bocah tersebut saat pergi bersama sang ayah. Dilansir Zeenews, Senin (16/10/2017), Tikoo meninggal dunia akibat alergi menyantap produk susu.
Namun, dikira sang ayah, putrinya itu merenggut nyawa akibat keracunan makanan. Tapi setelah diusut, bukanlah itu penyebabnya.
Ayahnya melihat langsung musibah itu dan sangat terkejut. Setelah makan pancake satu gigitan, beberapa waktu kemudian tubuh putrinya demam dan membiru.
Tikoo segera dibawa ke klinik terdekat untuk diperiksa lebih lanjut. Tak ada yang mengira, gara-gara alergi makan pancake, bocah tersebut meninggal dunia.
Sang ayah menceritakan bahwa sebelumnya, Tikoo sangat jarang makan aneka produk susu, termasuk roti, kue, dan pancake. Begitu juga putrinya itu sangat jarang makan buah berry.
Namun, saat pergi ke London, putri tercintanya meminta makan pancake blueberry. Diberilah sepotong pancake, tapi naas, Tikoo harus merenggut nyawa.
Berdasarkan data WHO, anak-anak sangat rentan dengan reaksi alergi makanan. Kejadian ini tidaklah sama seperti orang dewasa.
Ada 8 jenis makanan yang sering menyebabkan alergi. Antara lain, produk susu, kedelai, telur, tepung, kacang-kacangan, hingga ikan.
Umumnya, anak-anak sering menderita alergi produk susu dan makanan berbahan tepung. Pada kasus awal, gangguan alergi hanya menimbulkan gejala kulit ruam, diare, sesak napas, demam, tubuh membiru hingga menyebabkan kematian.
Setidaknya sejak usia bayi, orangtua dapat mengetes reaksi alergi dengan pemberian makanan tunggal. Jika sudah menimbulkan gejala alergi setidaknya hindari makanan tersebut.
Namun, seiiring bertambah usia, reaksi alergi akan hilang dengan sendirinya. Bagaimanapun orangtua harus tetap waspada dengan risiko alergi pada anak.
Faktor risiko paling sering yakni dari genetik keluarga. Sedini mungkin Anda juga dapat melakukan deteksi dini terhadap reaksi alergi dengan tes lewat kulit di sebuah klinik.
(Renny Sundayani)