SETIAP negara pasti masyarakatnya memiliki kebiasaan minum teh. Teh menjadi minuman yang tidak hanya digemari oleh masyarakat, tapi juga jadi minuman yang dapat menyatukan dan mengharmoniskan hubungan di antara manusia.
Ketika minum teh, tubuh kerap kali merasa lebih rileks dan santai. Kandungan asam amino yang terkandung di dalamnya ternyata menyebabkan hal tersebut terjadi. Ada beragam jenis teh yang ada di dunia. Salah satunya teh hijau.
"Matcha memiliki beragam manfaat, seperti tubuh menjadi lebih rileks karena ada kandungan asam amino, kalorinya juga rendah jadi cocok untuk menu diet,"ucap Merisha Ayu Permata Putri, seorang pemilik gerai mactha di Jakarta.
Teh hijau memang memiliki banyak manfaat, begitupun jenis teh lainnya yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, di balik banyaknya manfaat teh yang dikandung dan baik bagi tubuh, sudahkah Anda benar dan tepat menyajikannya?
Jika masih ragu, baiknya Anda simak informasi berikut ini. Fransiska Herlan Christine, Manager sebuah gerai matcha di Jakarta, menuturkan memasak teh sebaiknya tidak lebih dari 4 menit.
"Proses pembuatan teh, yang pertama itu daun digiling, lalu dibuat menjadi bubuk, kemudian baru diseduh. Nah, ketika menyeduh seringkali masyarakat tidak mengetahui prosesnya yang tepat. Sebab, untuk mendapatkan hasil teh yang berkualitas dan baik sebaiknya seduh atau brewing teh tidak lama dari empat menit," ucapnya.
Selama ini memang dalam menyeduh teh masyarakat Indonesia hanya berpedoman pada warna teh yang diseduh. Tetapi, banyak orang tidak memperhatikan waktu dari proses penyeduhan teh, di mana ternyata dapat berdampak pada hasil dan citarasa teh itu sendiri.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.