Karena sifatnya yang dapat memberi dampak untuk ranah yang lebih luas. Kemampuan literasi dapat membantu memberantas buta huruf, menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya perdamaian.
Perlu diketahui, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah menurut data statistic UNESCO pada tahun 2012 presentasi minat baca Indonesia sebanyak 0,001%. Hal ini berarti dari 1.000 penduduk hanya satu orang saja yang memiliki minat baca.
"Kami tidak mau hal ini terus menerus terjadi di Indonesia, maka dari itu kita buat Taman Baca Jendela Dunia. Di dalam Taman Baca ini bukan hanya buku saja yang tersedia, tetapi juga dibuat program yang berkaitan dengan peningkatkan budaya literasi dan minat baca anak," ungkap Andreas Bayu Aji, Chief Corporate Services Officer Arya Noble.
Taman Baca Jendela Dunia berada di dalam Sekolah Dasar Dinamika Indonesia, letaknya di sebelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Sekolah ini didirikan sejak tahun 1995 untuk anak-anak kurang mampu dan anak pemulung yang ada di Bantar Gebang, Bekasi.
“Kami yakin setiap anak-anak Indonesia mempunyai minat baca yang tinggi, tapi mungkin belum tereksplorasi dengan baik. Selama ini kami menerapkan Program Membaca Bersama, Belajar Bahasa Inggris, Lomba Membaca, dan Creativity Day di tiap Taman Baca Inovator yang sudah berdiri dan ternyata hasilnya sangat luar biasa. Anak-anak menjadi semakin senang untuk membaca sehingga menambah pengetahuan dan kreativitas mereka. “ tutur Yessi Chandra, Ketua Yayasan Taman Baca Inovator.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.