GUNUNG Agung kini sedang jadi pusat perhatian publik Indonesia dan dunia, terutama para wisatawan dan pendaki. Pasalnya, gunung yang berada di Pulau Dewata ini dapat mempengaruhi kegiatan wisata di pulau tersebut.
Status Gunung Agung seperti yang terdapat dalam laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi pada Jumat, 22 September 2017 lalu telah dinaikkan menjadi Level IV Awas. Sementara pada Selasa, 26 September 2017, laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi tepatnya pukul 00.00 hingga 06.00 waktu setempat, telah terekam sebanyak 74 kali gempa vulkanik dangkal, 86 kali gempa vulkanik dalam dan 5 kali gempa tektonik lokal.
Namun, para wisatawan nusantara maupun mancanegara tidak perlu khawatir yang berlebihan, tapi waspada dan hati-hati harus tetap dijaga. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata akan menanggung segala keluhan wisatawan. Kementerian Pariwisata telah menyiapkan setidaknya 7 bandara yang akan digunakan untuk mengungsikan para wisatawan.
“Ada tujuh buah bandara yang telah ditetapkan untuk akses para wisatawan agar selamat dari letusan gunung, antara lain bandara di Lombok, Banyuwangi, Solo, Balikpapan, Makasar, Semarang dan Surabaya,” ucap Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam sebuah kesempatan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (27/9/2017).
Mundur ke sebelum meningkatnya aktifitas gunung, ternyata ada beberapa mitos yang terdapat di dalam Gunung Agung dan hal tersebut tidak boleh disepelekan oleh para pendaki dan pengunjung gunung. Mitos-mitos yang terkesan mistis dan menyeramkan baiknya diyakini oleh para pendaki dengan mematuhi aturan-aturan yang ada, agar nyawa tetap selamat.
Dirangkum oleh Okezone dari berbagai sumber, Rabu (27/9/2017), berikut sederet mitos yang ada di Gunung Agung, salah satunya tempat bersemayam dewa.
BACA JUGA:
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.