BANYAK orang berpendapat bahwa chemistry adalah salah satu hal yang harus ditemukan dalam hubungan. Sementara, sebagian orang lain justru menganggap chemistry tak perlu dipakai karena itu akan menjerumuskan diri dalam hubungan beracun.
Ketertarikan pada seseorang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Itulah mungkin yang disebut chemistry. Rasanya seperti ada koneksi yang menakjubkan, dan sulit rasanya ingin mundur ketika sudah jatuh cinta dengan bad boy atau bad girl.
Menurut buku berjudul F*ck Love karya Michael Bennett, MD, ada banyak alasan mengapa seseorang menjalin hubungan dengan orang-orang bertabiat buruk yang berlandaskan chemistry.
"Tapi benar juga jika chemistry adalah sesuatu yang harus ditemui dalam diri pasangan. Sementara, orang yang berkeyakinan bahwa cinta seharusnya tidak hanya dipilih berdasarkan chemistry," tulis Bennett dalam bukunya seperti dilansir Popsugar, Rabu (27/9/2017).
Bennett yang juga seorang psikiater bersertifikat resmi menyatakan, bahwa kenyataannya, chemistry jika ditelisik secara ilmiah maupun interpersonal, hasilnya, cukup berbahaya, dan terdiri dari unsur-unsur yang tidak dapat diubah. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat abaikan atau lakukan.
Baca Juga: Rahasia Pernikahan Harmonis, Jangan Sekali-kali Bawa Pertengkaran ke Tempat Tidur!