Selain itu, pengujian juga melihat di mana saja letak kuman dan bakteri tersimpan paling banyak. Ternyata diketahui bakteri dan kuman biasanya hidup di bantalan chip dan pin pada mesin tiket, pegangan tangan di atas eskalator, tangga, dan pegangan tangan di gerbong kereta api atau commuter lainnya.
Dr Jacob Malone, pemimpin kelompok gabungan di University for East Anglia dan John Innes Center kemudian menganalisis jejak tangan tersebut dan menemukan campuran bakteri dan jamur di sana. Bakteri dari spesies Pseudomonas, termasuk P. aeruginosa salah satu yang banyak ditemukan juga.
Meskipun pada umumnya bukan ancaman serius, namun hal ini dapat menyebabkan infeksi pada orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah atau terganggu.
Ada juga beberapa spesies proteobakteri lainnya seperti Escherichia coli dan Salmonella, yang mana bakteri ini juga bisa menyebabkan penyakit seperti keracunan makanan, walaupun banyak yang tidak melakukan ini.
Bahkan, lebih lanjut lagi dr Jacob menuturkan bahwa timnya menemukan 15.152 jenis mikroorganisme yang berbeda yang berbagi kereta dari 5.500.000 penumpang. Bakteri ini termasuk di dalamnya adalah wabah pes, disentri, dan meningitis.
Namun, dijelaskan dalam studi yang dipublis di Cell.com, Anda tidak perlu khawatir berlebih dengan jumlah bakteri ini. Sebab, sebagian besar bakteri yang ditemukan dalam kelompok ini tidak berbahaya, walaupun hampir setengah (48 persen) DNA ditemukan tidak sesuai dengan organisme yang diketahui.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.