Ngomong-ngomong asal muasal rasa itu muncul, dijelaskan Dave, saat dia berusia 9 tahun. Kala itu temannya yang bernama Cai menciptakan rasa unik di lidahnya. "Jadi, kalau dengar kata Cai, maka lidah saya secara spontan bakal merasakan daging mentah. Aneh memang, tapi saya juga tidak tahu dari mana kemampuan ini datang," ungkapnya.
Ada beberapa kata lainnya yang punya rasa khusus di lidah Dave. Misalnya saja "konglomerat" yang punya rasa pasir, "marmer" yang rasa di lidahnya berupa rasa saus cokelat. Kemudian kata "London" yang membuatnya seperti sedang makan rebusan kentang, atau kata "menara" yang menciptakan bau buah yang kuat di hidung Dave.
Kemudian, semakin bertambahnya usia, Dave mulai pensaran dengan keunikan yang ada di dirinya. Dan setelah beberapa waktu dia mencari informasi di internet, akhirnya Dave menemukan halaman seseorang di situs MySpace yang menulis tentang synaesthesia gustatory-lustical.
"Kedengarannya persis seperti apa yang saya alami. Setelah itu, sekali lagi saya mulai bertanya kepada orang-orang apakah mereka pernah mencicipi makanan yang berbeda saat kata acak diucapkan," tambahnya.
Perlu Anda ketahui bahwa masalah ini tidak memiliki diagnosis resmi. Meski begitu, Dave telah menyesuaikan gejalanya dengan orang-orang yang online. Semakin dia mengetahui kelainan ini, semakin mantab buat Dave meyakini dirinya memiliki synaesthesia gustatory-gustatory.
"Meski begitu, karena hal itu tidak mempengaruhi hidup saya terlalu banyak, saya tidak melihat ada kebutuhan untuk pergi ke dokter atau mendapatkan diagnosis resmi," pungkasnya.