Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bersikap Antisosial, Tanda Gejala Alzheimer yang Tak Pernah Disadari Lansia

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 12 September 2017 |13:06 WIB
Bersikap Antisosial, Tanda Gejala Alzheimer yang Tak Pernah Disadari Lansia
Alzheimer (Foto: Healthclub)
A
A
A

APAKAH Anda merasa tertekan atau tidak fokus dalam beraktivitas? Waspadai, mungkin hal tersebut menjadi tanda awal seseorang menderita demensia yang berujung pada risiko Alzheimer di kemudian hari.

Alzheimer merupakan bentuk demensia yang paling banyak dialami lansia. Penyakit ini mempengaruhi 62% dari mereka yang didiagnosis. Dengan usia rata-rata di atas 65 tahun.

Demensia menggambarkan berbagai kelainan otak yang memicu hilangnya fungsi otak. Kondisi ini semua biasanya progresif dan akhirnya parah.

Demensia dapat memicu Alzheimer yang membuat pasiennya lemah. Belum lagi jika ada riwayat penyakit tambahan, seperti gangguan jantung dan stroke.

Anda harus memahami dan mencegah lima gejala awal Alzheimer yang banyak dialami oleh penduduk modern. Ini dia ulasannya, dilansir Dailystar, Selasa (13/9/2017).

BACA JUGA:

Sering jatuh atau tersandung

Jika Anda tiba-tiba mulai sering terjatuh sepanjang waktu, terutama pada lansia bisa menjadi pertanda penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian meminta 125 orang dewasa yang lebih tua untuk mencatat berapa kali mereka jatuh atau tersandung selama periode delapan bulan. Ketika para peneliti mengamati otak mereka, ditemukan orang yang mengalami tersandung tanpa disengaja, berisiko menderita Alzheimer.

Menderita depresi

Satu dari empat orang di Inggris akan mengalami masalah kesehatan mental setiap tahunnya. Sebanyak 17 dari 100 orang merasa sangat rendah sehingga mereka menderita dengan pikiran untuk bunuh diri.

Tapi jika seseorang tidak pernah menderita depresi klinis, tapi tiba-tiba berkembang, menjadi pertanda Alzheimer yang patut diwaspadai.

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan, orang-orang yang menderita depresi setelah 50 kali, risikonya meningkat sebesar tiga kali lipat lebih mungkin terkena Alzheimer.

Seseorang yang depresi dapat menghabiskan energi dan harapannya. Untuk meringankan gejalanya, Anda bisa rajin olahraga dan aktivitas fisik yang tepat.

Perilaku anti sosial

Jika tiba-tiba lansia berperilaku aneh di hadapan orang lain, seperti acuh dan tidak menyapa, kemungkinan besar dia menderita gejala awal Alzheimer. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan seseorang untuk mengingat orang di sekitarnya, lalu dianggap antisosial.

Penurunan berat badan

Orang yang memiliki Alzheimer yang tidak terdiagnosis, cenderung makan sekira 500 kalori lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, mereka cenderung menurunkan berat badan.

Dokter menganggap ini ada kaitannya dengan perubahan metabolik. Namun saat ini tidak ada bukti untuk mendukungnya.

BACA JUGA:

Tertarik tidak fokus

Pasien Alzheimer akan mengalami perubahan fungsi kognitif dan eksekutif di otak. Akibatnya, orang menjadi tidak fokus, sulit ingat, serta susahnya mengambil keputusan. Awas, ini adalah salah satu tanda demensia yang bisa berujung pada risiko Alzheimer. Untuk mencegah, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter saraf agar mendapatkan jawabannya.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement