Coto biasa disajikan dengan burasa, yakni sebutan orang Makassar untuk hidangan lontong. Mereka membuat burasa dari beras yang dimasak bersama santan hingga menjadi nasi aron. Selanjutnya proses diteruskan dengan membungkus nasi aron menggunakan daun pisang dan dimasak hingga matang.
Warna kuah kaldu coto Makassar cenderung keruh karena mengandung kacang tanah yang dihaluskan. Aromanya cukup tajam karena diolah menggunakan banyak bumbu dan rempah, salah satu rempah wajibnya adalah kayu manis. Selain menghasilkan rasa lezat, bumbu ini juga berfungsi untuk menutupi aroma amis dari jeroan yang digunakan.
Coto Makassar paling sedap dimakan saat masih dalam keadaan hangat, pasalnya saat sudah dingin akan banyak minyak dan lemak yang mengapung di atas kuah. Taburan bawang merah goreng menambah sensasi mantap aromanya.
Baca Juga:
Di daerah asalnya coto banyak disajikan oleh pedagang mulai dari pedagang gerobak hingga restoran berkelas. Tapi tetap warung coto legendaris lah yang banyak diburu masyarakat lokal ataupun wisatawan yang sedang travelling ke Makassar.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.