PENCINTA kain batik, kini bisa menikmati corak kain khas Indonesia itu tak hanya dalam berbusana. Tetapi, para pencinta batik dapat mempercantik rumah dengan hiasan kain batik untuk dekorasi rumah.
Belakangan perkembangan desain furnitur merambah mengikuti tren fashion Tanah Air. Kain batik kini dipakai sebagai cover sofa. Bahkan corak batik antara satu sofa dengan sofa lain tak harus seragam.
Dalam sebuah pameran furnitur di Jakarta beberapa waktu lalu, menampilkan satu set meja dan kursi. Terdapat empat sofa tunggal yang dibalut warna-warni kain batik beragam corak. Hasilnya, tampilan ruang lebih colorfull dan ceria.
Baca Juga: Uniknya Motif Tenun Tanimbar, Adiwastra Khas Maluku Tenggara Barat
Baca Juga: Mengenal Motif Kain Tenun Khas Dayak, Idenya Lahir dari Mimpi sang Penenun saat Tidur
Sebagai penggemar batik Anda bisa mengganti cover sofa lama dengan kain batik. Ini menjadi ide bagus di kala cover sofa lama yang sudah usang atau rusak harus diganti. Dibandingkan dengan mengganti cover sofa dengan bahan kulit, kain batik jauh lebih rendah harganya sehingga dapat menghemat anggaran.
Menampilkan batik untuk sentuhan dekorasi ruang, menjadi sebuah inovasi baru dalam dunia desain interior. Cara ini memberi ruang lebih luas bagi batik sebagai kain tradisional untuk digunakan dalam berbagai kesempatan, suasana, tempat.
Kain batik sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu batik tulis dan batik cap. Batik tulis adalah jenis batik yang pertama kali ada di Indonesia. Batik tulis menggunakan teknik pembuatan yanh memakan waktu lama dibandingkan teknik lainnya. Proses pembuatan batik tulis membutuhkan perlengkapan berupa canting (alat khusus membatik), lilin cair, dan tungku pemanas.
Baca Juga: Kreasi Tenun yang Cocok untuk Sambut Ramadan
Baca Juga: FASHION HERITAGE: Mengenal Tenun Cual, Kain Tradisional dari Benang Emas Khas Bangka
Uniknya batik tulis yang merupakan hasil kerajinan tangan akan menghasilkan kain batik dengan nuansa berbeda di setiap titiknya.
Sementara itu, batik cap dibuat tidak menggunakan canting. Batik cap batik yang dibuat dengan stampel yang sudah memiliki pola, sehingga hasilnya akan menampakkan motif berulang pada setiap kain.
Dikutip dari Wikipedia, kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu ”tik” yang berarti titik / matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik”.
Ketika membahas soal batik, tentu mengingatkan kita pada warisan budaya ini yang pernah di klaim oleh negara tetangga, Malaysia sebagai kain khas negara mereka.
Atas upaya pemerintah, akhirnya pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Itulah sebabnya 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.