Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menelusuri Pembuatan Katsuobushi yang Lezat dan Gurih, Ternyata Prosesnya Sangat Panjang!

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Rabu, 06 September 2017 |19:34 WIB
Menelusuri Pembuatan Katsuobushi yang Lezat dan Gurih, Ternyata Prosesnya Sangat Panjang!
Katsuobushi (Foto: Zoeysite)
A
A
A

KATSUOBUSHI sering terlihat dalam hidangan Jepang mulai dari okonomiyaki, sushi, nasi jepang hingga pelengkap sup miso yang gurih. Orang biasa menyebut katsuobushi sebagai serpihan daging ikan tuna. Ya, memang bahan bakunya adalah ikan tuna yang sudah melewati rangkaian proses panjang.

Katsuobushi bisa dikategorikan sebagai bahan makanan penting dalam kuliner Jepang. Lembaran tipis ikan tuna ini bisa ditambahkan hampir ke semua jenis makanan baik sebagai campuran, taburan, pelengkap hingga bahan baku bumbu utama. Masyarakat Jepang menjadikan katsuobushi sebagai stok makanan di rumahnya.

Siapa sangka lembaran tipis ikan yang tampak rapuh ini ternyata masuk dalam salah satu makanan terkeras di dunia. Yang dimaksud keras adalah ikan tuna asap sebelum diserut menjadi lembaran tipis, teksturnya memang sangat keras seperti bongkahan kayu.

BACA JUGA:

Adalah Takashi Suzuki, pria asli Jepang yang memproduksi katsuobushi sejak 30 tahun lalu. Katsuobushi sebenarnya adalah sebutan untuk ikan tuna asap yang belum diserut, saat sudah diserut menjadi lembaran tipis maka di Jepang disebut kezuribushi. Tapi masyarakat global tetap menyebutnya katsuobushi.

Dalam video yang dilansir dari Foodbeast, Rabu (6/9/2017) Takashi Suzuki dengan senang hati menceritakan tentang katsuobushi yang jadi salah satu makanan kebanggaan masyarakat Jepang. 90 persen katsuobushi diproduksi secara masal di daerah Shizuoka dan Kagoshima.

Pada sebuah pabrik yang bernama Yamashichi CO., Ltd.sebanyak 70 sampai 75 ton katsuobushi diproduksi setiap bulan. Dan jika dirata-rata maka akan menunjukkan angka 900 ton dalam setahun.

BACA JUGA:

Serpihan katsuobushi membutuhkan proses panjang dalam pembuatannya, setidaknya butuh 6 bulan untuk mengolah ikan tuna segar menjadi katsuobushi yang siap dipasarkan.

Pertama, ikan tuna segar disortir dan diambil bagian dagingnya tanpa tulang, kepada dan ekor. Daging ikan tuna ini kemudian direbus hingga matang kemudian diasap dengan alat khusus hingga kering. Prosesnya belum selesai, karena ikan ini harus dijemur di bawah sinar matahari selama 4 bulan hingga benar-benar kering.

Setelah benar-benar kering, daging ikan tuna yang seperti bongkahan kayu ini secara perlahan diserut menggunakan alat tradisional. Semua proses pembuatan dilakukan dengan teknik tradisional, tujuannya untuk mempertahankan kualitas katsuobushi.

Setelah jadi serpihan tipis barulah katsuobushi dikemas dan siap dipasarkan. Prosesnya yang panjang membuat pekerja pabrik harus bekerja ekstra untuk mendapatkan hasil katsuobushi yang terjamin kualitasnya. Jadi jangan heran jika katsuobushi dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Dibalik kelezatnya ada waktu dan tenaga yang tercurah penuh.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement