MASYARAKAT masih banyak yang beranggapan bahwa perempuan semakin tua kesuburannya pun berkurang. Makanya, sebisa mungkin untuk menikah di usia produktif agar memiliki momongan menjadi lebih mudah.
Ketakutan akan usia semakin tua tersebut membuat kekhawatiran tersendiri. Khususnya pada mereka perempuan yang menikah di usia yang terbilang tak muda lagi. Masalah sulit punya anak menjadi momok tersendiri kemudian.
BACA JUGA:
Padahal, menurut Profesor Cathy Warwick, kepala eksekutif Royal College of Midwives, para ahli telah melebih-lebihkan masalah yang terkait dengan usia ini. Jumlah perempuan menikah yang lebih tua melonjak dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu alasannya adalah karena lebih banyak perempuan yang fokus pada karier mereka terlebih dahulu.
Perempuan sekarang, jika melihat trennya, baru mau memiliki anak setelah lima tahun pernikahan. Kasus ini banyak terjadi di Inggris. Namun, jika mengambil data usia rata-rata ibu di Inggris dan Wales adalah 28,6 tahun, naik dari 23,5 pada 1970.
Perlu Anda ketahui sekarang, proporsi ibu berusia di atas 40 tahun meningkat tiga kali lipat dalam tiga dekade terakhir. Di mana, dari 4,9 per 1.000 pada 1984 menjadi 14,7 per 1.000 pada tahun 2014.
Sementara itu, terkait dengan usia produktif memengaruhi kehamilan, dokter cenderung memperingatkan perempuan agar tidak menunda-nunda kehamilan. Dokter juga banyak yang menekankan, semakin tua sang ibu maka kemungkinan komplikasi meningkat dan kemungkinan bayi cacat lahir. Namun Profesor Warwick mengatakan bahwa risiko tersebut terlalu berlebihan.
"Bahkan jika Anda memiliki bayi pada usia 42 atau 45 tahun, peningkatan risiko relatif kecil, jika Anda dikatakan sehat," katanya kepada The Sunday Telegraph seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (5/9/2017). "Saya tidak yakin mengapa kita sangat khawatir dengan masalah usia ini," sambung Prof. Warwick.
BACA JUGA:
Dia juga mengatakan bahwa perempuan seharusnya tidak merasa bersalah saat mereka memberi susu botol kepada bayi mereka, meski bertahun-tahun berkampanye untuk lebih banyak menyusui. Ya, tentunya dengan alasan yang pasti juga. Misalnya karena masalah kesehatan atau kondisi lainnya yang memungkinkan untuk si ibu tidak bisa memberikan ASI.
Pandangan Profesor Warwick terhadap usia sangat berbeda dengan banyak dokter kesuburan terkemuka. Di mana, banyak dari dokter lain yang mengatakan beberapa perempuan membiarkan kehamilannya terlambat, karena mereka tidak menyadari risikonya.
Sementara itu, British Fertility Society telah memeringatkan bahwa selebriti yang memiliki anak berusia 40-an memberi perempuan harapan palsu tentang ibu akhir.
Ketua peneliti Adam Balen mengatakan perempuan berusia 30 sampai 34 tahun memiliki angka kelahiran bayi sebesar 4,7 per 1.000 kehamilan. Angka itu meningkat menjadi 7,6 per 1.000 kehamilan di antara wanita berusia di atas 40 tahun.
Kemungkinan kelainan seperti down sindrom meningkat 1 dari 800 untuk wanita berusia 30, menjadi satu dari 100 untuk wanita berusia 40 tahun. Namun, angka tersebut tidak serta merta karena usia saja. Faktor lainnya adalah gaya hidup orang tua maupun genetik.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.