Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menikmati Sensasi Kopi di Pinggiran Rel Kereta hingga Kafe Bergaya Joglo Jawa, Joss Nikmatnya!

Bramantyo (Okezone) , Jurnalis-Rabu, 30 Agustus 2017 |14:20 WIB
Menikmati Sensasi Kopi di Pinggiran Rel Kereta hingga Kafe Bergaya Joglo Jawa, <i>Joss</i> Nikmatnya!
Kedai Kopi (Foto: Bramantyo/Kontributor)
A
A
A

Seorang pria paruh baya dengan rambut dikucir menyambut kedatangan Okezone di kedai kopi yang berada di bawah jembatan dan di samping rel kereta api di kota Solo. Dengan ramahnya langsung mempersilahkan Okezone masuk ke ruangan kedai kopi yang berada di ruangan lantai bawah. Sayup-sayup terdengar alunan musik dari organ tunggal yang mendendangkan lagu-lagu nostalgia.

Beberapa pengunjung yang sudah berumur terlihat santai menikmati alunan musik lembut ditemani secangkir kopi dan sepiring makanan ringan. Sesekali terdengar suara laju kereta api dan itu menjadi sensasi tersendiri bagi para pengunjung yang rata-rata berusia diatas 45 tahun. Nuansanya akan terasa berbeda di bandingkan pengunjung yang lainnya.

(Foto: Bramantyo)

Kedai Kopi 'DE LANOS', sepintas orang akan mengira itu adalah nama latin, namun menurut pemiliknya Aziz Nugroho, DE LANOS merupakan kepanjangan dari Dendang Lagu Nostalgia. Sesuai namanya kedai kopi DE LANOS ini menyediakan menu andalan yaitu kopi robusta terbaik. Dan jawaranya adalah kopi Aceh.

Owner Kedai Kopi DE LANOS, Aziz Nugroho, menyampaikan pertama kali mendirikan kedai kopi karena keinginannya mencari rasa kopi yang sesungguhnya. Kebanyakan kopi yang dijual di wedangan adalah kopi kemasan (sachet) sehingga rasanya sangat jauh berbeda dengan rasa kopi yang sesungguhnya.

"Saya pingin rasa kopi yang fresh, dan saya ingin konsep wedangan dengan kopi sebagai brandnya," papar Zainal.

Untuk lebih mengenalkan pada masyarakat bagaimana cara menyeduh dan menikmati kopi yang benar adalah, dengan proses pembuatan dari awal, dimulai dari biji kopi yang sudah di sangrai dan digiling di depan customer.

BACA JUGA:

"Kita bikin kopinya secara terbuka, biji kopi di giling atau di gerus dan diseduh langsung dalam kondisi segar. Tak jarang para penikmat kopi justru meracik dan membuat kopinya sendiri di sini," jelas Aziz kepada Okezone belum lama ini.

Ada 10 jenis kopi pilihan yang siap dinikmati para pengunjung. Mulai dari kopi asal Sumatra hingga dari Bali termasuk juga menyediakan kopi luwak asli dari proses alami.

Pengunjung bisa memilih sendiri jenis kopi yang ingin dinikmatinya, dihaluskan dan di seduh langsung.

"Harganya dijual mulai dari Rp12 ribu hingga Rp25 ribu untuk tiap cangkirnya," lanjut Aziz.

Sementara di lokasi yang berbeda, jika Kedai Kopi DE LANOS dikemas dengan menampilkan musik nostalgia, kini Kedai Ngopi Serius bisa dinikmati secara umum, atau semua kalangan.

Kedai kopi ini di desain ala kampung dengan nuansa Jawa yang sarat dengan bangunan kayu yang artistik.

Adam Malik pengelola Kedai Ngopi Serius mengungkapkan awal berdirinya kedai kopi ini sangat sulit. Solo terkenal dengan penikmat teh, dan budaya minum kopi masih kurang familiar, hanya kalangan tertentu saja.

"Sangat jarang ditemukan kopi non sachet yang dijual semuanya pasti kopi instan," jelas Adam Malik.

Kedai kopi yang berada di belakang RS Kasih Ibu Solo ini buka dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Dan menyediakan sekitar 30-an jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia dengan harga rata-rata Rp20 ribu tiap cangkirnya.

Penikmat kopi kebanyakan menyukai jenis Arabika varian kopi yang memang sangat disukai oleh kebanyakan pencinta kopi. Rasa kopi Arabika terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang cenderung manis. "Pilihan kopi bisa diseduh dengan menggunakan ampas atau tanpa ampas. Bisa pesan sama baristanya langsung," ujar Adam Malik.

 

Menikmati kopi yang benar seharusnya tanpa menambahkan gula, agar aroma dan rasa kopi yang sesungguhnya bisa keluar dengan sempurna.

"Disini kita memberikan pemahaman mengenai cara menyajikan kopi Indonesia secara baik dan benar," paparnya. Kopi yang dijual di sini mulai dari kopi Sidikalang, kopi Rawaseneng Temanggung, kopi Lencoh Gunung Merapi, kopi Jave Raung, kopi Toraja kopi Papua Wamena, kopi Luwak Liar Aceh Gayo.

"Dan juaranya tetap kopi Gayo yang di sukai pelanggan. Kita juga menyediakan kopi yang dapat dibawa pulang," tuturnya. Uniknya lagi untuk kopi yang bisa dibawa pulang untuk diseduh sendiri di rumah, tema dalam kemasan mengikuti event yang ada.

Seperti saat event hari Kemerdekaan, kemasan kopi ada gambar pahlawan nasional dan dijual dalam kemasan 100 gram dengan harga variatif tergantung jenis kopinya. Mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement