SAAT ini para arkeolog telah banyak menemukan jasad-jasad yang berasal dari ratusan tahun lalu. Jasad-jasad tersebut masih utuh dengan bentuk dan pakaiannya yang terakhir kali digunakan. Dari penemuan jasad-jasad, akhirnya para arkelog menemukan beberapa fakta tentang kematian jasad tersebut dan ritual kepercayaan yang dianut masyarakat pada masanya.
Dari hasil penemuan para arkeolog tersebut, membuat masyarakat dunia tercengang akan fakta yang didapatkan. Pasalnya, ada ritual yang mengorbankan anak-anak hingga mengharuskan mereka mengonsumsi panganan yang tidak hanya membahayakan kesehatan tapi juga nyawanya. Selain itu, ada juga mumi yang ditemukan karena masyarakat rantauan yang didiskriminasi bahkan sampai hari kematian dan lokasi pemakamannya.
Ironi memang, tapi begitulah tradisi. Lantas, bagaimanakah proses sebuah jasad menjadi mumi?
Melansir dari laman resmi Palermo Catacombs, Selasa (29/8/2017), seorang mumi adalah mayat yang telah dipelihari setelah kematian dan belum membusuk. Bagian-bagian yang dipertahankan dari mumi biasanya bukan hanya kerangka tubuhnya saja, tapi juga termasuk jaringan-jaringan tubuhnya, seperti kulit, rambut, dan otot. Proses pembuatan mumi secara alami disebut mumifikasi alami, dan yang sengaja disebut mumifikasi buatan.