GARAM digunakan hampir seluruh warga dunia sebagai bumbu penghasil rasa asin. Meskipun fungsinya sama-sama memberi rasa asin tetapi garam ternyata memiliki jenis yang beragam dengan banderol harga yang juga berbeda sesuai 'kelas' garamnya.
Dilansir dari berbagai sumber, salah satu garam dengan kualitas terbaik ternyata diproduksi di Indonesia tepatnya di Selat Bali. Karena kualitasnya yang sangat tinggi, garam dari perairan Bali ini masuk sebagai salah satu garam termahal di dunia. Garam ini banyak diburu masyarakat dari luar negeri yang sadar betul akan kualitas dan kandungan garam ini.
Meskipun peminatnya sebagian besar merupakan orang luar negeri, tetapi semua proses produksinya dilakukan oleh masyarakat lokal. Dibawah naungan bendera perusahaan Javara yang banyak mengangkat komoditas lokal berkualitas nomor wahid, garam ini jadi salah satu produk andalannya.
BACA JUGA:
CEO Javara yakni Herlianti Hilman mengungkapkan faktor penting terbentuknya garam berkualitas ini. Diantaranya adalah faktor geografis fan air laut di area Selat Bali. Garam berbentuk piramid ini biasa dipakai untuk sejumlah restoran mahal dan terkenal di dunia.
Terkait bentuknya yang piramid, Herlianti mengatakan itu bukan hasil cetakan melainkan terbentuknya secara alami. Di dunia, garam jenis ini hanya terdapat di dua tempat yakni di Selat Bali dan di Cyprus.
Biar bagaimanapun juga, sejatinya garam adalah penghasil rasa asin. Jadi rasa yang dihasilkan garam piramid ini juga asin. Menurut beberapa orang berlidah peka, rasa asinnya khas dan berbeda namun bagi orang awam jelas ini hanyalah garam penghasil rasa asin.
Javara sendiri mempromosikan produk garamnya ini secara online di website resminya. Dalam kategori artisan sea salt, Anda bisa menemukan berbagai jenis garam berkualitas termasuk garam piramid ini.
BACA JUGA:
Berbagai garam berkualitas ini diproduksi secara alami dengan proses tradisional yang dilakukan petani garam di Bali. Untuk menjamin kualitasnya, garam ini dipastikan bebas bahan pengawet, bahan pemutih dan bahan kimia lainnya. Prosesnya yang dilakukan secara tradisional juga menjamin garam tertangani dengan baik oleh ahlinya.
Karena diproduksi secara alami oleh para petani lokal jadi jumlah garam yang dihasilkan tidak bisa dipastikan. Semua tergantung dengan alam, jika cuaca bagus maka garam yang dihasilkan cukup berlimpah namun sebaliknya saat cuaca tak bagus. Inilah yang menjadi alasan jumlah garam piramid yang eksotis ini sangat terbatas di pasaran.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.