Apa yang terjadi?
Semua dimulai pada 1921. Ratusan hewan ternak di Amerika Utara dan Kanada terserang penyakit misterius. Operasi yang dianggap rutin - seperti operasi untuk mengangkat tanduk - bisa menyebabkan mereka mengalami pendarahan dan mati. Peternak akan mendapati hewan-hewan mereka terjatuh di tanah, dikelilingi oleh genangan darah.
Hewan ternak mereka memakan semanggi manis, tanaman liar yang pahit dan sangat kuat yang diimpor dari Eropa, dan tanaman ini tumbuh bebas di sana. Dalam cuaca yang basah, semanggi mulai hilang dan peternak tak mampu membeli pakan baru.
Krisis itu berlanjut bertahun-tahun sampai kemudian seorang petani, yang putus asa mencari pertolongan, datang ke Wisconsin Alumni Research Foundation (Warf) dengan bangkai sapi dan seember darah yang tidak menggumpal. Ahli kimia biologi Karl-Paul Link mulai bekerja meneliti apa yang terjadi.
Semanggi manis mengandung coumarin dalam jumlah tinggi, di mana kemudian jamur mengubahnya menjadi dicoumarol yang kuat dan tidak menggumpalkan darah. Temuan itu kemudian memicu perkembangan warfarin, yang kini menjadi semacam pestisida keras dan sekaligus salah satu obat yang paling banyak diresepkan. Coumarin tidak akan menggumpalkan darah, namun dua zat kimia tersebut saling berkaitan erat.
Cerita ini yang membawa kita kembali pada pasien penyakit liver. Bagi orang-orang dengan versi enzim yang berbeda, baik warfarin maupun coumarin bisa menjadi beracun. Dan kita tidak bisa mengetahui apakah kita memiliki enzim yang berbeda, kecuali dengan tes genetik atau saat Anda sudah keburu dibawa ke ruang gawat darurat.
"Ini berdampak pada liver dan ada banyak zat yang mempengaruhi liver, seperti alkohol. Jadi Anda tidak akan tahu apakah Anda mendapat penyakit liver dari coumarin atau dari zat lain," kata Lachenmeier.
Di seluruh dunia, ada sekitar satu juta kematian akibat penyakit liver pada 2010 - atau artinya 2% dari total kematian di dunia. Kita tidak akan pernah tahu apakah coumarin menjadi penyebabnya, namun sebuah laporan terbaru menyimpulkan bahwa mereka yang punya tingkat konsumsi tertinggi akan memiliki risiko kesehatan.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.