Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingin Menjaga Berat Badan, Konsumsi Pasta Jawabannya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 26 Agustus 2017 |21:30 WIB
Ingin Menjaga Berat Badan, Konsumsi Pasta Jawabannya
Diet (Foto: Healthinute)
A
A
A

MASYARAKAT Indonesia sudah cukup familiar dengan pasta. Ya, setidaknya dengan mie. Walau berbeda bahan baku dan tektur tentunya. Mereka yang gemar mengonsumsi pasta harus senang mendengar kabar ini.

Dilansir dari Health Minute, pada studi yang dipublikasi Nutrition and Diabetes, terungkap bahwa mereka yang mengonsumsi pasta secara rutin kecil kemungkinan risikonya terserang kegemukan atau obesitas. Peneliti dari IRCCS Instituto in Italy yang menemukannya. Mereka menggunakan perbandingan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan standard rasio pinggang dan pinggul.

Baca Juga: DIET SEHAT: Trik Sehat untuk Meniruskan Pipi Tembem

Penelitian ini dilakukan pada 14.402 partisipan berusia 35 tahun dari Molise. Kemudian, partisipan lainnya sebanyak 8.964 orang berusia di atas 18 tahun berasal dari Italia. Riset ini menggunakan pengujian The Europian Prospective Investigation dengan keterkaitannya pada Cancer and Nutrition (EPIC). Salah satu instrument penelitiannya berasal dari makanan apa yang dikonsumsi selama penelitan berlangsung.

Pengujiannya sendiri secara spesifik melihat dari sisi berat badan, tinggi badan, lebar lingkar perut, dan pinggul yang kemudian diakumulasi secara keseluruhan. Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka yang mengonsumsi pasta secara rutin menunjukan rendahnya risiko kegemukan dan obesitas, baik pada perempuan maupun laki-laki.

Secara detail, peneliti melihat pada kedua kelompok responden, menunjukan data rendahnya penambahan massa tubuh baik itu pada laki-laki maupun perempuan. Kemudian, pada pengujian lingkar pinggang dan panggul, didapati hasil yang serupa. Sehingga, bisa dikatakan, mereka yang banyak makan pasta tidak cukup berpengaruh terhadap bentuk tubuhnya.

Baca Juga: Mana yang Lebih Tepat, Makan Berat Dulu atau Buah?

Salah satu faktor terjadinya kejadian itu adalah komposisi dari pasta itu sendiri. Karbohidrat yang terkandung di dalam pasta diyakini tidak begitu berpengaruh besar terhadap massa tubuh manusia. Makanya, pada diet Mediteranian, pasta dianjurkan sebagai makanan pokoknya. Sebab, sumber gizi tersebut diketahui rendah kalori.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Konsumsi pasta dengan pangan pendampingnya juga tetap perlu dipertimbangkan. Asupan pendamping pasta yang bergizi baik dan tentunya sehat menjadi point utama. Sebab, jika pasta dikonsumsi dengan makanan berkalori tinggi, tentunya akan berdampak pada massa tubuh. Jadi, tetap harus pilih-pilih makanan pendampingnya, ya.

Baca Juga: Tidak Hanya Fit, Gaya Hidup Sehat Memperpanjang Usia hingga 7 Tahun

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement