TAK terasa tiga bulan sudah waktu kebersamaan dengan bayi yang baru dilahirkan akan berakhir. Cuti melahirkan segera habis, dan ibu bakal kembali bekerja secepatnya.
Rasa campur aduk menghantui diri. Ini bagian terberat yang harus dihadapi para ibu bekerja setelah melahirkan. Membuka pintu pagi hari, lalu melangkahkan kaki ke jalan dengan perasaan bersalah dan takut kehilangan. Ditambah pikiran terpecah mengingat stok ASI Susu Ibu (ASI) dan tugas berat memompa ASI di kantor.
Sungguh masa transisi ini sulit. Namun, beberapa ibu di berbagai kota di Amerika Serikat punya cara mengatasinya. Ada yang sudah bersiap-siap sepekan sebelum hari H. Berikut penuturan mereka kepada Parents, Jumat (25/8/2017) yang dilansir Okezone.
Sepekan sebelum hari-H
"Seminggu sebelum saya kembali bekerja, saya mulai bangun lebih pagi dan berlatih bersiap-siap mengurus keperluan bayi. Cara ini membantu menentukan berapa waktu yang dibutuhkan nantinya setelah bekerja. Hal itu membuat saya sadar untuk bangun lebih awal sehingga punya perkiraan waktu menyusui, memandikan, ganti popoknya, dan berpakaian." -Susan Grayson, Bradenton.
Baca Juga: Moms Harus Paham Ini! Sering Dipukul, Emosional dan Kognitif Anak Bisa Rusak!
"Sekitar seminggu sebelum saya kembali bekerja, saya mulai memompa ASI karena saya tahu anak butuh stok logistik. Menjelang akhir cuti melahirkan, saya mengecek pekerjaan seperti memeriksa. E-mail dan hapus email lama. Untuk anak, saya membantu anak dekat dengan orang lain untuk menghabiskan waktu bersama agar tidak ketergantungan dengan ibunya.” Rebecca Judy, Hustonville.
"Saya kembali bekerja ketika anak saya berumur 3 bulan, saya merasa terbantu untuk mulai membawanya ke tempat penitipan anak dua minggu sebelumnya. Dia sangat bahagia! " Angela Watts, Fresno.
Kehilangan dan rasa bersalah
"Sadarilah bahwa ada baiknya anak-anak bersama orang lain sekarang dan kemudian, saya kembali bekerja paruh waktu untuk anak pertama, lalu tinggal di rumah menjadi full mom setelah anak kedua. Hasil yang terlihat adalah anak pertama belajar menjadi lebih mandiri. " Jeanie Brown, Luray.
Baca Juga: Moms, Anak Susah Diatur Bukan Berarti Nakal, Bisa Jadi Dia Berprinsip Kuat
"Jangan stres kehilangan ‘momen pertama’. Bayi Anda mungkin berguling, melangkah untuk pertama kalinya, atau mengucapkan kata pertama saat Anda tidak berada di sana, tapi bukan itu yang penting. Hal yang lebih penting Anda merawat buah hati dengan baik." Tracy Leonardo, Reston.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.