Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penting! 5 Penyebab Kematian Ibu Usai Melahirkan, dari Infeksi hingga Emboli Paru

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2017 |11:32 WIB
Penting! 5 Penyebab Kematian Ibu Usai Melahirkan, dari Infeksi hingga Emboli Paru
Ilustrasi (Foto: Hellosehat)
A
A
A

2. Preeklampsia

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, maka berhati-hatilah. Preeklampsia biasa terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. Preeklampsia bisa diobati namun juga bisa menjadi parah dan menyebabkan plasenta terpisah, kejang, atau sindrom HELLP.

Sindrom HELLP dapat membuat kerusakan hati yang berjalan dengan cepat. Tanpa perawatan yang baik, preeklampsia juga bisa menyebabkan kematian.

3. Perdarahan berat (hemoragik)

Perdarahan umum terjadi, tapi jika tidak ditangani dengan baik bisa semakin parah, bahkan bisa menyebabkan ibu meninggal. Perdarahan ini bisa terjadi saat Anda memilih untuk melahirkan dengan cara normal maupun caesar.

Perdarahan setelah melahirkan bisa terjadi karena Miss V atau leher rahim robek atau saat rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan. Perdarahan berat juga disebabkan oleh masalah plasenta selama kehamilan, seperti abrupsio plasenta, kondisi di mana plasenta terpisah dari rahim sebelum waktu kelahiran.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement