Lalu sebenarnya, apa sih yang membuat pillow cake ala Indonesia beda dengan pillow cake yang ada di Korea Selatan, Taiwan dan Jepang ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka Okezone pun bertanya langsung pada Rosita Ngadiman selaku pemilik PT Mimosa Tarte Indonesia, sebagai perusahaan yang membawa pillow cake dan cheesess cheese cake ke Indonesia.
"Pillow cake Indonesia, lewat Momoiro yang kita hadirkan ini memang berbeda dari pillow cake Asia lainnya. Ini kita buat dengan racikan resep yang disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia, dan ditambah dengan teknik pemanggangan khusus. Pillow cake Korea atau Taiwan yang sudah kita coba itu, hadir dengan kesan nanggung. Teksturnya kurang fluffty, lalu cita rasa juga nanggung. Rasa keju tapi kejunya sendiri malah kurang terasa," ungkap Rosita kala dijumpai Okezone, Rabu (2/7/2017) dalam acara 'Private Media Gathering Momoiro' di bilangan Jakarta Selatan.
Lebih lanjut Rosita menjelaskan, bahwasanya teknik pemanggangan khusus yang diterapkan dalam pembuatan pillow cake ala Indonesia ini memang memberikan peranan besar untuk menghasilkan pillow cake yang fluffy dan rasa yang pas tidak membuat 'eneg'.
"Teknik memanggang khusus untuk pillow cake kita ini maksudnya, ada di pengaturan soal waktu dan suhu panggang. Saat dipanggang, itu wajib setiap beberapa jam dilihat seksama adonan kue mengembangnya sudah sampai se-bagaimana. Lalu posisi peletakan adonan juga diatur. Lalu belum lagi, soal teknik folding atau melipat adonan juga harus diperhatikan, karena kan kita bikin dalam kuantitas yang besar tapi gimana caranya putih telur itu tetap teraduk dengan rata. Inilah yang buat pillow cake kita ini lebih light, fluffy, terus enggak 'maagteh' bikin eneg gitu," imbuhnya.