Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HATI-HATI! Gagal Ginjal Kronis Bisa Disebabkan Diabetes dan Hipertensi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2017 |17:10 WIB
HATI-HATI! Gagal Ginjal Kronis Bisa Disebabkan Diabetes dan Hipertensi
Ilustrasi (Foto: Urologyaustin)
A
A
A

GAGAL ginjal merupakan salah stau penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Bila mengacu pada data Indonesian Renal Registry pada 2014, 6 % pasien gagal ginjal tergolong dalam kelompok usia produktif di bawah 55 tahun. Jumlahnya tak sedikit, yaitu 35.000 insiden per tahun.

Penyakit ini dikatakan penyakit seumur hidup. Jadi, tidak ada penyembuhan secara total dari masalah ini. Yang bisa dilakukan pasien adalah dengan meminimalisir faktor yang memperburuk kondisi kesehatan. Bahkan, penyakit ini bisa terjadi karena komplikasi dari penyakit lain. Sebut saja penyakit diabetes dan hipertensi.

Malah, dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, diabetes dan hipertensi menjadi faktor utama terjadinya masalah gagal ginjal. ’’Jika mengacu pada data, 2 per 3 kasus gagal ginjang kronis disebabkan diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik,’’ terangnya saat diwawancarai Okezone di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

(Baca Juga: Eliminasi Hepatitis C di 2030, Apa Upaya Kemenkes?)

Dr Tunggul melanjutkan, diabetes dan hipertensi menjadi faktor utama yang menimbulkan masalah gagal ginjal karena dampak dari dua penyakit tersebut langsung mengarah pada tubuh manusia. Dua masalah tersebut juga menjadi faktor pembentuk batu di dalam ginjal. Batu ginjal sendiri bisa disebabkan oleh asam urat dan juga kalsium.

Nah, kalau batu yang diciptakan dari asam urat, cara menyembuhkannya cukup mudah. Dr Tunggul menjelaskan, pasien hanya tinggal diatur pH-nya menjadi lebih normal. Proses tersebut yang akhirnya menghancurkan batu.

(Baca Juga: Pikir Ulang! Pengobatan Alternatif untuk Penyembuhan Kanker Justru Meningkatkan Risiko Kematian)

Kemudian, jika batu di ginjal terbentuk karena kalsium, maka yang harus dilakukan adalah dengan cuci darah. ’’Makanya, cara identifikasi dengan mudah penderita gagal ginjal adalah urinenya mengandung kalsium atau bisa juga dengan ciri urine yang berbusa,’’ tambahnya.

(Baca Juga: Metode Masak Nasi Putih dengan Minyak Kelapa Jauh Lebih Sehat, Kalorinya Rendah)

Perlu Anda ketahui, masalah ginjal kronik bersifat progressive atau cepat memburuk. Itu kenapa, mereka yang memiliki faktor risiko harus ketat menjaga kesehatan tubuhnya. Tidak disiplin sedikit saja akan berpengaruh kepada kondisi ginjalnya. Kemudian, penyakit ini juga merupakan penyakit yang irreversible atau tidak dapat disembuhkan. Makanya, dikatakan gagal ginjal adalah penyakit seumur hidup.

’’Tidak ada obat khusus untuk mengobati gagal ginjalnya. Yang ada hanya mengobati faktor risiko yang ada di tubuh pasien. Selain itu jalan lain dari mengobati masalah ini adalah dengan cuci darah. Dialisis atau cuci darah sekarang sudah ada pilihannya. Jadi, pasien bebas memilih mau menggunakan terapi Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CPAD) atau Hemodialisis (HD).

"Ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing dan tidak sembarang juga pasien gagal ginjal bisa memilih mau menggunakan terapi jenis apa. Kembali, harus mengacu pada kondisi gagal ginjal yang diderita si pasien,’’ tutur dr Tunggul.

Sedikit tambahan, berikut beberapa keuntungan dan kelemahan dari prosedur cuci darah metode HD dan CAPD

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement