"Efeknya demam ringan pada campak dari 13 Juta anak, misalnya 5% demam pada 7-12 hari. Nyeri ringan terjadi dalam 24 jam di tempat suntikan. Kalau ruam 2% biasanya juga timbul 7-12 hari. Ada juga efek kejang tapi karena riwayat keluarganya," kata dr Hindra saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).
(Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)
dr Hindra menjelaskan, efek samping ini terjadi akibat pemberian vaksin MR yang merupakan virus yang dilemahkan. Sehingga ada reaksi yang dialami anak yang berisiko dengan medik.
(Baca Juga: Hari ke-13 Pelaksanaan Imunisasi MR, 12 Juta Anak di Pulau Jawa Sudah Divaksin)
Kemudian virus tersebut merupakan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga ada reaksi gejala yang membuat anak sakit. Tetapi dosis yang diberikan pada anak telah disesuaikan.
"Vaksin yang diberikan kepada anak kita adalah virus yang dilemahkan. Jadi seperti memberi bibit penyakit yang dilemahkan, sehingga ada reaksi oleh tubuh yang menimbulkan gejala ringan," imbuhnya.