Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, lokasi itupun lalu ditata apik agar laik jadi lokasi wisata alam. Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Kupang, lokasi itu pun akhirnya bisa dibuka sebagai destinasi baru wisata bahari mangrove Kota Kupang sejak Desember 2016 silam.
Ada terdapat jembatan penghubung yang membentang membela kedua sisi hutan sejuah 310 meter dengan tujuh buah lopo terbagi di setiap simpangan titian yang saling menyambung itu.
Jembatan mangrove dengan lebar sekira 1 meter itu seluruhnya dibuat dengan bahan kayu dan sangat nyaman dilalui. Demikian pula lopo-lopo yang disediakan. Setiap pengunjung yang hendak menikmati hutan mangrove yang akhir titiannya diarahkan ke laut itu dipungut Rp5.000.
"Uang ini untuk kepentingan pemeliharaan, kebersihan dan keamanan lokasi ini," kata seorang petugas.
(Baca Juga: 7 Benda yang Harus Ada di Tas saat Travelling ke Luar Negeri, Fotokopi Paspor Penting!)
Dia mengaku pemerintah melalui dinas pariwisata juga masih sedang melakukan sejumlah peningkatan fasilitas seperti parkiran, toilet, lokasi jajanan dan kuliner lokal serta pos jaga. "Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa selesai," kata petugas yang enggan menyebut namanya itu.