(Baca Juga: Aw! Di Dalam Museum Ini Banyak Kucing Maneki Neko, Jadi Bikin Gemas)
(foto: Phil Blackburn/BY NC-ND/2.0)
Ketika melihat semua koleksi tersebut wisatawan pasti akan merasakan semacam konflik batin, emosi antara apresiasi seni dan rasa simpati pada binatang, karena semua pajangan di Baan Dam berasal dari binatang-binatang yang telah mati. Sebab, seharusnya binatang itu semua mati dengan cara yang alami dan wajar.
Bangunan Baan Dam merupakan bangunan kayu besar, atap bertingkat hitam, memiliki titik-titik logam melengkung yang menonjol dari samping. Dalam ruangannya, infrastruktur kayu secara estetis terpapar. Di tengah-tengah ruangan ada sebuah meja kayu panjang dengan bangku di kedua sisinya dilapisi dengan taplak meja kulit ular yang sangat panjang.
(Baca Juga: Hutan Wehea, Spot Terbaik Melihat Kehidupan Alam Liar di Kalimantan)
(foto: Royal_Sport_Club)