Hingga suatu ketika Facebook mempertemukan mereka berdua. Kehidupan keduanya sudah berbeda dari yang dulu. Meski awalnya kaku untuk saling menyapa dan berhubungan, tetapi A lebih dulu membuka komunikasi.
“Berbincang lewat media sosial, saling menyapa, menanyakan kabar, dan membuka kenangan indah pada masa lalu kami berdua. Ternyata saya dan dia saling merindukan sebagai seorang sahabat.”
Perlahan namun pasti hubungan mereka membaik, bahkan sangat baik. Apalagi kehidupan A kini begitu bahagia bersama pasangannya. “Saya melihat foto-foto keluarganya. Tuhan begitu adil. Dia memberi pasangan pengganti yang jauh lebih baik. Melihat kebahagiaan A saya mulai bisa memaafkan diri sendiri. Bahwa setiap perjalanan hidup seseorang berbeda dan tak perlu terlalu jauh melibatkan diri terlalu jauh dalam kehidupan orang lain,” tukasnya.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.