PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Pariwisata menargetkan pencapaian sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara untuk datang mengunjungi Indonesia pada 2019 mendatang. Beragam program telah digalakkan mulai dari promosi setiap daerah dengan mengadakan festival-festival daerah, kompetisi balap sepada bertaraf internasional, hingga program andalan yang sekaligus jadi nomor satu, yaitu digital tourism.
Banyak cara memang untuk menuju Roma, namun agak berbeda sedikit dengan pemerintah, sebuah perkumpulan persaudaraan yang bernama Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) memiliki cara konvensional untuk menggaet para wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Indonesia. Jika Pemerintah memiliki cara digital, maka ASPPI masih menggunakan cara konvensional menggunakan travel agen untuk dipilih para wisatawan mancanegara.
(Baca Juga: MNC Travel Pilih Perak sebagai Destinasi Baru dalam Paket Wisata)
Candi Borobudur (foto: Instagram/@dimsumjungle)
(Baca Juga: Buruan Menginap di Hotel Es Swedia Sebelum Mencair Lho!)
“Kita tetap survive dengan cara konvensional, karena masih banyak wisatawan yang masih mencari kita. Konvensional masih tetap digunakan dan masih berjalan, karena tidak semua travel online dapat dipercaya, terkadang ada wisatawan yang tidak percaya pada digital tourism. Sementara kalau kita person to person booking pada petugasnya, rasa percaya lebih besar pada travel agent konvensional. Pasalnya, kalau ada masalah dapat langsung diurus pada travel agentnya yang sudah jelas,” ucap Susan Oktavia, Bendahara Umum ASPPI, saat diwawancarai Okezone, Rabu (9/8/2017).