BAGI sebagian orang, lari adalah olahraga yang paling mudah untuk dilakukan guna menjaga kebugaran dan menurunkan berat badan. Bila Anda termasuk orang yang menyukai olahraga lari dan sedang dalam proses penurunan berat badan, mungkin Anda bisa mencoba lari mundur.
Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan berlari ke arah belakang ternyata lebih efektif menurunkan berat badan. Menurut penelitian tersebut, berlari mundur diperkirakan bisa membakar 20% kalori lebih banyak.
(Baca Juga: Anti Mainstream! Ternyata Lari Mundur Lebih Sehat daripada Lari Maju)
Hal itu dikarenakan saat Anda berlari ke belakang membutuhkan lebih banyak keseimbangan dan lebih sulit bertahan dalam posisi tegak. Oleh karena itu, pelari yang ingin berlari mundur disarankan untuk mempertahankan postur tubuh yang baik agar tidak terjatuh.
(Baca Juga: Fakta Unik tentang Olahraga Lari yang Jarang Diketahui)
Butuh usaha yang lebih banyak ketika seorang pelari mencoba teknik ini. Itulah sebabnya mengapa berlari mundur membakar lebih banyak kalori karena latihannya lebih keras dibandingkan dengan berlari maju. Dengan latihan yang lebih keras ini, pelari akan mengalami lebih banyak peningkatan stamina, kecepatan, dan keseimbangan tubuh.
“Pergerakan ini juga membantu otot antagonis tubuh berfungsi seperti otot agonis. Secara keseluruhan, lari mundur menghasilkan hubungan yang jauh lebih baik antara satu otot dengan yang lainnya dan memberikan kekuatan yang lebih banyak,” tutur Dr Robert K Stevenson, penulis Backwards Running seperti yang dikutip dari Express, Rabu (9/8/2017).
(Baca Juga: Rajin Olahraga Lari 30 Menit Sehari Jelang Menstruasi Cegah Kram)
Bagi Anda yang menginginkan proses penurunan berat badan yang lebih cepat, Anda bisa mencoba teknik ini. Tapi, Anda harus tetap berhati-hati agar tidak terjatuh. Agar Anda mendapatkan hasil yang terbaik dan teraman, Anda bisa menjaga posisi lengan agar tetap dekat dengan tubuh lalu lakukan gerakan seperti mendorong bola menggunakan kaki.
Menyesuaikan diri untuk mencoba teknik berlari ini memang terbilang sulit. Tapi jika Anda sering berlatih, pasti lama-lama Anda menjadi terbiasa. Selain itu, Anda harus siap mendapatkan tatapan aneh dari banyak orang karena cara berlari ini belum begitu familiar.
Bukan hanya soal menurunkan berat badan, berlari atau berjalan cepat selama 45 menit sehari juga bisa mengurangi risiko demensia. Penelitian lain mengungkapkan bahwa berlari dan berjalan bisa menunda terjadinya penyakit penurunan fungsi otak itu.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.