Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SHARE LOC: Pura Gunung Kawi, Perhiasan Cantik dengan Relief Indah di Pulau Dewata

Tentry Yudvi , Jurnalis-Senin, 07 Agustus 2017 |20:00 WIB
SHARE LOC: Pura Gunung Kawi, Perhiasan Cantik dengan Relief Indah di Pulau Dewata
Candi Gunung Kawi, Bali (foto: Shutterstock)
A
A
A

CANDI Gunung Kawi di Pulau Dewata merupakan perhiasan cantik yang memiliki relief indah. Keindahannya bahkan menarik antusias wisatawan dunia termasuk tokoh popular seperti mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

(foto: Popsugar)

Berlokasi di lembah Tampaksiring Candi ini berdiri dengan kokoh masih bertahan hingga saat ini. Kompleks candi pun cukup besar dan luas memiliki bangunan kuno yang mengagumkan. Keberadaannya juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat di Provinsi yang dipimpin I Made Mangku Pastika dan I Ketut Sudikerta ini.

Bentuk bangunan yang dihadirkan di Candi ini mirip dengan bangunan-bangunan di Jawa Timur dengan kemiripan bentuk arsitekturnya. Di sini ada beberapa tempat suci.

(foto: Shutterstock)

Pertama, di bagian Barat, Anda bisa menemukan 5 candi, sedangkan di selatan ada juga candi serupa yang bisa Anda temukan. Di setiap bentuk candi, bangunan-bangunan kecil tersebut memiliki atap bertingkat tiga dengan sembilan simbol kesuburan.

Setiap candi bentuknya seperti pintu masuk untuk masuk ke ruangan kecil di bawah candi yang memiliki posisi miring dan juga kecil. Tempat itu merupakan tempat persembahan dari masyarakat zaman dulu untuk dewa-dewi mereka.

Di sana ada sebuah gua kecil yang digunakan untuk meditasi di mana Bikhsu Buddha menggunakannya sebagai tempat duduk dan bermeditasi di sana. Namun, keindahan Gunung Kawi tak berhenti di Candi saja. Di seberang sungai, Anda juga bisa melihat keindahan Pura Gunung Kawi sebagai tempat ibadah umat Hindu.

(foto: Shutterstock)

Pura Gunung Kawi juga tak kalah menawan, di mana Anda bisa melihat lapangan besar yang disebut Bale yang dikelilingi patung-patung. Dengan lokasi di bawah lembah membuatnya sangat sejuk.

Kehadiran candi dan pura dari Gunung Kawi ini dipercaya sudah dibangun sejak abad ke 11 oleh Raja Anak Wungsu untuk menghormati ayahnya, Udayana selama pemerintahan Warmadewa. Berdasarkan sejarah, monumen sebalah timur didedikasikan untuk Raja Udayana, Ratu Mahendratta, anaknya Airlangga, Anak Wungsu dan Marakata.

(foto: Shutterstock)

Saat Anak Wungsu memerintah Bali, Airlangga menguasai Jawa dengan kerajaan Singosari. Tak heran jika perpaduan dua tempat ibadah tersebut begitu harmonis berdiri bersampingan.

Dilansir dari Indonesiatravel, Senin (7/8/2017), Jika hendak ke destinasi ini, Anda bisa menggapai dari jalan utama Tampaksiring, kemudian menuruni ratusan anak tangga. Selama berkunjung Anda wajib sekali berbusana sopan dan juga rapi untuk menghargai segala norma yang ada. Bagi wanita yang sedang menstruasi, Anda dilarang memasuki area tempat ibadah ini.

(fid)

(Donald Banjarnahor)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement