TAK perlu ditanyakan lagi apa cita-cita sebuah keluarga, jawabannya sudah pasti ingin jadi keluarga bahagia. Tetapi bagaimana deskripsi bahagia bagi keluarga yang sebenarnya?
Apakah bebas konflik, semua anak pintar, atau ayah-ibu selalu romantis? Sebelum bicara jauh tentang makna keluarga bahagia, ketahu dulu cara menciptakan keluarga yang bahagia.
Melansir dari Parents, Senin (7/8/2017), ada beberapa ritual pagi yang biasa dilakukan banyak keluarga di Amerika Serikat. Hasilnya, mereka merasa menjadi keluarga yang sangat bahagia. Terlebih, mereka adalah orangtua sibuk dalam arti ayah-ibu bekerja.
Berikut penuturan beberapa keluarga di AS tentang hal yang biasa mereka lakukan untuk menciptakan keluarga yang selalu bersuka cita.
Menyanyi setiap pagi
“Saya dan anak anak-anak biasa menyanyikan lagu-lagu konyol atau zaman dulu setiap pagi. Kadang kami mengganti liriknya dengan kata-kata konyol. Sedikit medek anak-anak atau ibu yang sedang menyiapkan sarapan di dapur,” kata Campton Stahl seorang atah dua anak di Fort Wayne.
Kuncinya, ayah megajak anak-anak bercanda dan melakukan hal menyenangkan. Mungkin ia akan terus melakukannya hingga anak-anak duduk kuliah.
Bikin wafel
“Wafel setiap hari Senin pagi. Yummy dan ringkas penyajiannya,” ucap David Van Taylor ayah dari kota Brooklyn, New York. Ia melibatkan anak-anak melakukan aktivitas di dapur pada pagi hari. Membuat wafel bersama untuk sarapan keluarga. Anak-anak bebas memilih topping untuk wafel yang akan mereka santap. “Kemudian kami saling mencicipi dan memuji wafel buatan di antara kami,” sambungnya.
Jalan-jalan
“Bila kita ingin memiliki hari yang luar biasa, anak perempuan saya dan saya bangun 40 menit lebih awal dan berjalan-jalan. Kami biasanya berhenti di tengah jalan untuk santai sejenak melepas lelah. Ini menjadi waktu berharga untuk kami sekeluarga mengingat ibunya juga bekerja,” kata Connors, Los Angeles.
Pasang alarm pagi yang bersemangat
“Saya mengatur alarm ponsel saya pukul 07:48, yaitu sebelum bersiap-siap. Nada dengan lagu yang bersemangat membuat pagi hari sangat menyenangkan,” cetus Cohan asal Berkeley. Nada dering yang bersemangat itu terbawa hingga anak-anak akan masuk mobil. Dengan cara itu tak perlu ada drama setiap pagi dan teriakan mebangunkan anak ke sekolah.
Sharing mimpi
“Tidur bersama di kamar, kemudia ketika bagun kita berbagi mimpi apa semalam. Bahkan tak masalah jika saya mengarang cerita agar kami saling tertawa. Karena sulit jika benar-benar harus mengingatnya,” ucap Tisdel, Brooklyn, New York.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.