"Saya sering melihat kelelawar sepanjang karir saya, beberapanya memiliki karakter morfologi unik, tetapi belum pernah ada yang kembar," jelas Marcelo Rodrigues Nogueira, peneliti di Universitas Nothern Rio De Janeiro dilansir dari livescience, Rabu (2/8/2017).
Para peneliti pertama kali menyadari adanya kelelawar siam setelah hewan tersebut disumbangkan ke Laboratorium Mastozoologi di Universitas Northern Rio de Janeiro.
Nadja Lima Pinheiro dan Adriana Ventura dari Area Embriologi dari universitas tersebut, melihat si kembar tepat ketika mereka ditemukan. Namun, para ilmuwan, tidak yakin apakah si kembar lahir mati atau jika mereka meninggal sesaat setelah lahir.
(Baca Juga: Bogor Punya Spot Foto Ekstrem di Tepi Jurang dengan Pemandangan Alam nan Elok)
Saat kelelawar ditemukan di pohon mangga di Brasil tahun 2001, sinar-X mengungkapkan bahwa duri kembar membentuk bentuk "Y", dengan dua kolom terpisah dari vertebra bercabang di bagian bawah punggung. Gambar ultrasound juga mengungkapkan dua hati dengan ukuran yang sama dan terpisah.
(foto: Laboratório de Radiografias, Divisão de Vertebrados, Museu Nacional - UFRJ)