Sementara itu, selama kampanye imunisasi MR Dinkes Sleman menyasar sebanyak 245.453 anak, terdiri dari 690 TK, 580 SD, 132 SMP, 302 PAUD, dan 1476 Posyandu di Sleman. "Imunisasi masal ini untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun," kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaeni.
Menurutnya, penyakit measles (campak) dan rubella merupakan penyakit berbahaya. Selain menyebabkan kesakitan pada penderitanya, penyakit campak dan rubella juga menimbulkan kecacatan, salah satunya cacat otak. Berdasarkan data Dinkes Sleman, selama 2016 kasus campak di Sleman tercatat 72 kasus dan rubella sebanyak 100 kasus.
"Sampai Juli 2017 tercatat 70 kasus campak dan 28 kasus rubella. "Ini bukan angka yang kecil dan perlu mendapatkan perhatian serius. Salah satunya dengan mendukung program imunisasi MR," katanya.
Kampanye imunisasi MR dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama Agustus dilakukan diseluruh sekolah PAUD, TK, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat, serta SMPLB. Sedangkan tahap kedua akan dilakukan pada September mendatang. Pemberian imunisasi akan dilakukan di Posyandu, Polindes, Poskedes, Puskesmas, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.