2. Tara, Diet karena ingin jadi ibu yang aktif
Tara Kavanagh, seorang wiraswasta yang berasal dari South Dakota. Sebelum punya anak, dia memiliki bobot tubuh mencapai 90 kg.
Ketika anak pertamanya lahir, Tara memiliki berat badan mencapai 138 kg. Karena itu, di kehamilan kedua, Tara bertekad membuat perubahan pada berat badannya.
"Waktu itu saya adalah seorang ibu muda berusia awal 20-an dan memiliki dua gadis kecil. Saya memutuskan tidak ingin menjalani hidup dengan obesitas dan tidak sehat lagi. Saya ingin menjadi ibu yang aktif dan bisa bermain dengan anak-anak. Saya juga ingin mengalami hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah lakukan karena terkendala karena bobot tubuh yang saya miliki," tutur Tara seperti yang dikutip dari Health..
Bila beberapa anggota keluarganya lebih memilih melakukan operasi sedot lemak agar bobot tubuhnya berkurang, Tara bertekad untuk melakukannya dengan cara yang berbeda. Hal itu dikarenakan Tara melihat anggota keluarganya yang menjalani operasi sedot lemak kembali menjadi gemuk. (Baca Juga: Diejek Suami dan Selingkuhannya, Wanita Berbobot 100 Kg Sukses Turunkan Berat Badan hingga 52 Kg)
Perempuan berusia 35 tahun ini mengakui tidak pernah rutin berolahraga karena menganggap itu adalah hal yang membosankan. Maka dia mulai mencoba rajin olahraga dengan aplikasi. Dari aplikasi itu, Tara berhasil menemukan program kebugaran yang bisa dia ikuti.
"Latihan Jillian selalu menyenangkan dan saya berharap bisa melakukannya. Tepat ketika saya memahami satu latihan, latihan yang lain muncul. Hal itu membuat saya tidak bosan," ucap Tara.
(Foto: People)
Ketika berat badannya sudah mulai turun, dia tetap melakukan olahraga dengan intensitas yang sama. Kemudian Tara mulai memerhatikan makanan yang dia konsumsi.
"Dulu saya makan karena saya bosan tanpa memikirkan apa yang saya makan, berapa kalori di dalamnya, kualitasnya, dan lain-lain. Saya makan hanya karena itu membuat saya merasa baik," ujar Tara.
Dia pun mulai mengurangi porsi makannya. Setelah berat badannya mulai turun, dirinya mulai mencoba mengonsumsi makanan yang sehat walaupun sulit. Kemudian dia mulai memerhatikan jumlah asupan kalori dari makannya. Tara menyadari bahwa dia harus menerima kalori sesuai yang dibutuhkan tubuhnya.
Hal yang dia pelajari dari Jillian adalah jangan mengonsumsi kalori berlebih. Dia juga menggunakan aplikasinya untuk melacak kebugaran sehingga berat badannya mudah turun. Dia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 66 kg.
Kini Tara berfokus pada makanan yang tidak diproses, tidak transgenik, dan mengonsumsi makanan organik sebanyak mungkin. Tara mengikuti peraturan 80/20 ketika makan. Dia merasa masih membutuhkan perawatan sesekali untuk menurunkan berat badannya.