Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Penyakit Rubella, Jangan Lupa Bawa Anak Anda Imunisasi MR di Bulan Agustus

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 28 Juli 2017 |12:08 WIB
Waspada Penyakit Rubella, Jangan Lupa Bawa Anak Anda Imunisasi MR di Bulan Agustus
Virus Rubella (Foto: iStock)
A
A
A

IMUNISASI merupakan upaya pencegahan yang efektif untuk menghalau penyakit. Terlebih banyak penyakit yang penyebarannya sangat cepat seperti rubella. Sebagai contoh, apabila ada satu orang terkena penyakit rubella dalam satu populasi yang tidak menerima imunisasi rubella, dipastikan lebih dari sebagian anggota dalam populasi itu akan terkena penyakit yang sama.

(Baca Juga: Ngeri, Seorang Nelayan Digigit Hiu ketika Sedang Berenang!)

Rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan disebarkan oleh manusia. Bila seorang ibu hamil terkena penyakit rubella, kemungkinan bayinya akan lahir cacat seperti mengalami kebutaan atau kelainan jantung. Ibu juga bisa meninggal karena virus rubella menginfeksi liver sehingga akan terjadi pendarahan yang begitu hebat ketika melahirkan.

Di Indonesia, penyakit rubella mencapai 5.000-10.000 kasus per tahun. Melihat masih banyaknya kasus penyakit rubella, pemerintah mengadakan Program Nasional Imunisasi Campak dan Rubella (MR-measles rubella). Program ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu bulan Agustus dan September mendatang. Di bulan Agustus, pemberian imunisasi difokuskan di Pulau Jawa. Sedangkan di bulan September, imunisasi akan diberikan di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Deretan Hijabers Timur Tengah, Cantiknya Aduhai Sekali!

Imunisasi MR wajib diberikan kepada bayi yang usianya 9 bulan hingga anak-anak yang berusia 15 tahun. Pemberian imunisasi ini gratis dan dapat dilakukan di sekolah atau di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kementerian Kesehatan RI bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan WHO mengajak para orangtua dan guru untuk turut serta membawa anak mereka agar mendapatkan imunisasi MR.

 Baca Juga: Inikah Sosok Rapunzel di Kehidupan Nyata? Gadis Cantik dengan Rambut Menjuntai Sampai Kaki

Bila seorang anak perempuan terkena virus rubella, hal itu berdampak pada kesehatannya di masa depan. Rubella memiliki sindrom rubella kongenital. Sindrom ini membuat virus yang masuk ke dalam tubuh bisa tereaktivasi pada saat anak perempuan itu tumbuh besar dan hamil. Dengan adanya reaktivasi, bisa membahayakan kondisi ibu dan janin dalam kandungannya.

Tak hanya anak perempuan, anak laki-laki pun harus diimunisasi karena penyebaran virus rubella yang tergolong cepat. Apabila seorang anak laki-laki terkena penyakit rubella, dia akan menyebarkan virus kepada orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, maka penyebaran virus rubella harus dicegah dengan cara imunisasi MR.

 Baca Juga: Penggunaan Lipstik hingga Mandi Terlalu Sering, Penyebab Kulit Kering yang Tak Anda Sadari

“Mata rantai penyebaran virus ini harus diputus. Sehingga pencegahan bukan hanya pada ibu hamil saja, melainkan semua anak-anak yang berpotensi terkena virus rubella. Untuk itu, orangtua harus memastikan anak mereka menerima imunisasi MR karena sangat penting ke depannya,” ujar dokter spesialis anak, dr Toto Wisnu Hendrarto, Sp.A(K) DTM&H saat ditemui dalam acara seminar media mengenai kampanye program imunisasi MR, Kamis 27 Juli 2017 di kawasan Jakarta Pusat.

Untuk penyakit campak sendiri, penyebarannya tidak begitu mengkhawatirkan seperti rubella. Sebab imunisasi campak sudah masuk ke dalam program imunisasi nasional. Menurut dr Toto, itulah mengapa campak sudah bisa dieliminasi dan rubella masih memerlukan kontrol. Hingga saat ini belum banyak anak-anak yang mendapatkan imunisasi MR.

(Baca Juga: 4 Tempat Berenang Bareng Hiu, Bora-Bora Salah Satu yang Terfavorit)

Imunisasi MR harus diterima oleh semua anak yang berusia 9 bulan ke atas hingga 15 tahun termasuk mereka yang sudah pernah menerima imunisasi ini sebelumnya. “Kita tidak tahu apakah saat menerima imunisasi terdahulu kualitasnya bagus atau tidak. Maka dari itu semua anak Indonesia diharapkan untuk melakukan imunisasi MR lagi di program ini,” tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPG, Dsc.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement