Hepatitis A dan E paling sering disebabkan oleh makanan atau minuman yang masuk mengandung virus. Infeksi yang terjadi bersifat akut, bisa sembuh dengan sempurna, tidak akan menjadi kronik. Setelah terinfeksi akan memiliki kekebalan terhadap infeksi virus hepatitis A. (Baca Juga: Lakukan Ini Jika Anda Terinfeksi Hepatitis B dan C)
"Risiko terkait infeksi virus hepatitis A dikaitkan dengan kurangnya akses air bersih dan aman, sanitasi yang buruk, dan higiene yang buruk," tambah dokter yang merupakan seorang medical dept PT Kalbe Farma Tbk itu.
Sementara, hepatitis B ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lain yang telah terinfeksi. Karena itu, virus hepatitis B dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat dilahirkan. Atau dari melakukan hubungan seks dengan seseorang yang tertularkan.
"Penularan melalui hubungan seksual bisa saja terjadi. Tetapi, risiko untuk hepatitis C lebih kecil dibandingkan hepatitis B. Selama pasangan sudah melakukan vaksinasi dan menggunakan alat pengaman saat berhubungan, tapi bukan berarti tidak ada risiko. Risiko itu tetap ada," terang dokter lulusan Universitas Kristen Krida Wacana itu. (Baca Juga: Sedang Sakit Kuning, Jangan Konsumsi Makanan Pedas jika Ingin Cepat Sembuh)
Untuk hepatitis C sebagian besar ditularkan melalui darah yang terinfeksi. Misalnya, transfusi darah atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Serta kebiasaan berbagi barang-barang pribadi, seperti sikat gigi, gunting kuku, pisau cukur, dan alat manikur dan pedikur di salon kecantikan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.