PENYAKIT hepatitis menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus yang menyebar melalui darah dan cairan tubuh ini terdiri dari Hepatitis A, B, C, D, dan E. Kelimanya menjadi perhatian besar, karena beban penyakit dan kematian yang ditimbulkan berpotensi mewabah serta menyebar.
Hepatitis A dan E sering muncul sebagai kejadian luar biasa yang ditularkan secara fecal oral dan lazimnya berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat, bersifat akut, dan dapat sembuh dengan baik. Sementara, hepatitis B, C, dan D jarang ditularkan secara parenteral. Ketiga jenis hepatitis tersebut bila kronis dapat menimbulkan sirosis hingga kanker hati, serta yang lebih parahnya adalah menyebabkan kematian. (Baca Juga: Sedang Sakit Kuning, Jangan Konsumsi Makanan Pedas jika Ingin Cepat Sembuh)
Virus hepatitis B sendiri telah menginfeksi sebesar 2 miliar orang di dunia. Sekitar 240 juta orang di antaranya menjadi pengidap hepatitis B kronik. Sementara, untuk penderitas hepatitis C di dunia diperkirakan jumlahnya sebesar 170 juta orang. Dan, sebanyak 1.5 juta penduduk di dunia meninggal setiap tahunnya akibat penyakit hepatitis. (Baca Juga: Ibu Hamil Rentan Tularkan Hepatitis B, Segera Suntikkan Vaksin kepada Bayi Setelah Lahir)
Dituturkan dokter Olivia Ekaputri, bahwa tingkat kematian penyakit hepatitis saat ini telah mengalami peningkatan. Hal ini diperkuat dengan data menurut Pusdatin Kementerian Kesehatan Indonesia, di mana pada 2013 secara nasional diperkirakan terdapat 1.2 persen penduduk di Indonesia mengidap penyakit hepatitis. (Baca Juga: Lakukan Ini Jika Anda Terinfeksi Hepatitis B dan C)
Kondisi ini meningkat dua kali lipat dibandingkan 2007, yakni sekira 0.6 persen. Apabila dikonversikan ke dalam jumlah absolut penduduk Indonesia tahun 2013 sekira 248.422.956 jiwa maka bisa dikatakan bahwa sejumlah 2.9 jutaan jiwa penduduk Indonesia telah terinfeksi hepatitis. Secara global pun, angka jumlah kematian penyakit hepatitis lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengidap HIV/AIDS.
Dan, salah satu penyebab penyakit ini kian meningkat adalah kurangnya kesadaran yang dimiliki setiap orang akan hepatitis. (Baca Juga: Selain Vaksinasi, Begini Cara Hentikan Penularan Hepatitis B)
"Banyak masyarakat yang kurang sadar akan bahaya penyakit hepatitis. Pengetahuan mereka akan hepatitis, cara mencegah, dan pengobatannya pun mereka tidak tahu. Inilah yang sedang WHO kampanyekan melalui tagline Eliminate Hepatitis," ujar dr Olivia Ekaputri dalam media workshop Pt Kalbe Farma, Tbk, di Morrissey Hotel Resident Lounge, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).