YOGA merupakan salah satu olahraga yang cukup populer di masyarakat. Banyak orang yang tertarik melakukan yoga karena olahraga ini membantu melatih sistem pernafasan, melatih fokus, membawa perasaan damai, dan bisa menurunkan berat badan. Yoga memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda di masing-masing gerakan.
Orang-orang yang sudah terbiasa berolahraga ini biasanya secara bertahap akan melakukan gerakan yang lebih sulit seperti melengkungkan badan atau membalikkan badan. Melihat tingkat kesulitannya, banyak orang gemuk yang merasa enggan untuk menekuni olahraga yang berasal dari India ini. Mereka menganggap berat badan mereka akan memengaruhi gerakannya.
Padahal, yoga tidak memandang jenis kelamin, usia, maupun berat badan. Olahraga ini bisa dilakukan siapa saja. Mereka yang memiliki berat badan berlebih tetap bisa melakukan gerakan yoga bahkan yang tingkat kesulitannya cukup tinggi sekalipun. Seperti yang dikatakan sebelumnya, yoga adalah olahraga yang dilakukan bertahap. Jadi, bagi pemula yang ingin mencoba yoga akan dilatih gerakan pemula. Baru setelah mahir dilatih gerakan tahap selanjutnya.
Baca Juga: Hati-Hati, Konsumsi Pemanis Buatan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Obesitas
Itulah sebabnya olahraga yoga bukan hanya milik mereka yang bertubuh kurus. Mereka yang memiliki kelebihan berat badan juga bisa melakukannya. Sebagai contoh, seorang perempuan yang berasal dari Mumbai mengalami obesitas tapi tetap bisa melakukan berbagai gerakan yoga. Perempuan bernama Dolly Singh itu meruntuhkan stereotip bahwa yoga hanya bisa dilakukan oleh mereka yang bertubuh kurus atau berat badannya normal.