LAHIR di tengah-tengah keluarga yang anggotanya banyak yang kelebihan berat badan membuat seseorang beranggapan bahwa dirinya ditakdirkan untuk menjadi gemuk juga.
Itulah yang dipercayai oleh Tara Kavanagh, seorang wiraswasta yang berasal dari South Dakota. Sebelum punya anak, dia memiliki bobot tubuh mencapai 90 kg. (Baca Juga: Takut Sedot Lemak, Remaja Berbobot 120 Kg Sukses Turunkan 57 Kg dengan Caranya Sendiri)
Lalu saat anak pertamanya lahir, bobot tubuh Tara menjadi 138 kg. Di kehamilan keduanya, tiba-tiba Tara ingin membuat perubahan pada berat badannya.
(Foto: People)
"Waktu itu saya adalah seorang ibu muda berusia awal 20-an dan memiliki dua gadis kecil. Saya memutuskan tidak ingin menjalani hidup dengan obesitas dan tidak sehat lagi. Saya ingin menjadi ibu yang aktif dan bisa bermain dengan anak-anak. Saya juga ingin mengalami hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah lakukan karena terkendala karena bobot tubuh yang saya miliki," tutur Tara seperti yang dikutip dari Health, Kamis (27/7/2017).
Bila beberapa anggota keluarganya lebih memilih melakukan operasi sedot lemak agar bobot tubuhnya berkurang, Tara bertekad untuk melakukannya dengan cara yang berbeda. Hal itu dikarenakan Tara melihat anggota keluarganya yang menjalani operasi sedot lemak kembali menjadi gemuk. (Baca Juga: Diejek Suami dan Selingkuhannya, Wanita Berbobot 100 Kg Sukses Turunkan Berat Badan hingga 52 Kg)
Perempuan berusia 35 tahun itu percaya penyebabnya karena masalah gaya hidup. Tara pun ingin mengetahui lebih lanjut tentang penyebabnya dan berusaha untuk mencegah. (Baca Juga: Wow!, Gadis Ini Berhasil Turunkan Bobot 50 Kg dalam 18 Bulan)
Tara mengakui dia tidak pernah rutin berolahraga karena menganggap itu adalah hal yang membosankan. Maka dia mulai mencoba rajin olahraga dengan aplikasi. Dari aplikasi itu, Tara berhasil menemukan program kebugaran yang bisa dia ikuti.
"Latihan Jillian selalu menyenangkan dan saya berharap bisa melakukannya. Tepat ketika saya memahami satu latihan, latihan yang lain muncul. Hal itu membuat saya tidak bosan," ucap Tara.
Setelah melakukan gerakan olahraga selama bertahun-tahun, Tara menyadari ada berbagai gerakan yang memiliki intensitas berbeda. Dengan begitu, olahraga bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memedulikan berat badan. (Baca Juga: Bobot Turun 45 Kg dalam 18 Bulan, Wanita Ini Bocorkan Rahasia Suksesnya)
Ketika berat badannya sudah mulai turun, dia tetap melakukan olahraga dengan intensitas yang sama. Kemudian Tara mulai memerhatikan makanan yang dia konsumsi.
(Foto: People)
"Dulu saya makan karena saya bosan tanpa memikirkan apa yang saya makan, berapa kalori di dalamnya, kualitasnya, dan lain-lain. Saya makan hanya karena itu membuat saya merasa baik," ujar Tara.
Dia pun mulai mengurangi porsi makannya. Setelah berat badannya mulai turun, dirinya mulai mencoba mengonsumsi makanan yang sehat walaupun sulit. Kemudian dia mulai memerhatikan jumlah asupan kalori dari makannya. Tara menyadari bahwa dia harus menerima kalori sesuai yang dibutuhkan tubuhnya.
Hal yang dia pelajari dari Jillian adalah jangan mengonsumsi kalori berlebih. Dia juga menggunakan aplikasinya untuk melacak kebugaran sehingga berat badannya mudah turun. Dia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 66 kg.
(Foto: People)
Kini Tara berfokus pada makanan yang tidak diproses, tidak transgenik, dan mengonsumsi makanan organik sebanyak mungkin. Tara mengikuti peraturan 80/20 ketika makan. Dia merasa masih membutuhkan perawatan sesekali untuk menurunkan berat badannya.
"Bagian terbaik dari kehilangan berat badan adalah mendapatkan kepercayaan diri untuk benar-benar menjalani hidup dan mencoba hal baru. Saya tidak akan membiarkan tubuh saya menahan kegiatan yang ingin saya lakukan lagi," pungkas Tara.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.