Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Takut Sedot Lemak, Remaja Berbobot 120 Kg Sukses Turunkan 57 Kg dengan Caranya Sendiri

Tiara Putri , Jurnalis-Rabu, 26 Juli 2017 |16:40 WIB
Takut Sedot Lemak, Remaja Berbobot 120 Kg Sukses Turunkan 57 Kg dengan Caranya Sendiri
Isabelle (Foto: Express)
A
A
A

KELEBIHAN berat badan memicu berbagai masalah kesehatan pada tubuh. Bahkan, seorang remaja perempuan berusia 18 tahun terancam kehilangan nyawanya apabila tidak menurunkan berat badan. Remaja perempuan bernama Isabelle itu tadinya memiliki berat badan mencapai 120 kg.

Dokter yang memeriksanya menyarankan agar dia menjalani operasi sedot lemak. Tapi, Isabelle memiliki ketakutan terhadap pisau bedah dan ruang operasi. Dia pun menolak ide operasi dan menggantinya dengan mulai mengonsumsi makanan sehat.

“Dokter mengatakan kepada saya bahwa saya memiliki penyakit liver dan itu berkaitan dengan obesitas yang saya miliki. Dengan menurunkan berat badan, penyakit liver saya bisa disembuhkan karena hati saya kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Karena pembedahan tidak pernah menjadi pilihan bagi saya, maka saya memutuskan untuk bergabung dengan klub penurun berat badan,” tutur Isabelle seperti yang dikutip dari Express, Rabu (26/7/2017).

Setelah bergabung dengan klub penurunan berat badan, Isabelle mulai merombak menu makannya setiap hari. Semenjak masa sekolah, remaja perempuan itu seringkali hanya mengonsumsi makanan yang sesuai dengan keinginannya. Isabelle juga semakin rajin untuk melakukan aktivitas fisik. Dia menambahkan lama waktu untuk mengajak anjingnya berjalan-jalan.

Dengan usahanya yang sungguh-sungguh, kini Isabelle berhasil menurunkan setengah dari berat badannya dan mendapatkan penghargaan. Dia berhasil mengurangi lebih dari 57 kg. "Hal terbesar yang harus saya atasi adalah menghentikan makan emosional. Itu berarti saya harus menemukan cara lain untuk mengatasi masalah ini," kata Isabelle.

Mengalami penurunan berat badan menumbuhkan rasa percaya diri pada Isabelle. Bahkan dia memiliki keinginan untuk kuliah jurusan psikologi di salah satu universitas. "Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan memiliki prestasi yang sama bila kehilangan berat badan melalui operasi. Saya sangat senang karena melakukan penurunan berat badan dengan cara saya sendiri," tambahnya.

Sejak umur 4 tahun, Isabelle mulai mengalami obesitas. Waktu itu, ibu Isabelle sudah putus asa menghubungi ahli kesehatan karena garis pinggang putrinya membengkak. Ibu Isabelle menjalankan berbagai cara yang telah dianjurkan dokter. Tapi tidak ada satu cara pun yang berhasil dan malah membuat Isabelle bertambah gemuk.

Ketika duduk di bangku sekolah menengah, Isabelle juga tak ragu untuk memesan pizza atau memakan keripik di malam hari. Selain itu, remaja perempuan asal Bexhill-on-Sea itu juga menyimpan cokelat, permen, dan keripik di dalam tasnya untuk dijadikan bekal selama dalam perjalanan pulang sekolah. Maka tidak heran apabila berat badannya terus mengalami kenaikan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement