DEMI menjaga berat badannya, banyak orang memilih untuk menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan. Selain menyebabkan kenaikan berat badan, pemanis buatan juga bisa meningkatkan masalah kesehatan seperti diabetes.
Namun, ternyata ada hal itu lebih mengkhawatirkan dibanding pemanis buatan. Banyak orang lebih memilih mengonsumsi makanan atau minuman rendah kalori yang memiliki sedikit gula seperti diet soda. Minuman diet soda menjanjikan penurunan berat badan, karena mengklaim rendah kalori.
Tapi, sebuah studi berskala besar mengungkapkan efek mengonsumsi pengganti gula ternyata berpotensi meningkatkan efek negatif pada metabolisme tubuh, pertumbahan bakteri, dan nafsu makan seseorang.
Produk seperti diet soda bisa meningkatkan ancaman diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan obesitas yang meningkat. Dilansir dari Mirror, Rabu (19/7/2017), para peneliti dari University of Manitoba menemukan tidak ada bukti secara ilmiah yang mendukung mengonsumsi diet soda bisa menurunkan berat badan sesuai harapan.
Profesor Ryan Zarychanski mengatakan, “Terlepas dari kenyataan jutaan individu mengonsumsi diet soda secara rutin, nyatanya peneliti menemukan bahwa manfaat dari diet soda yang selama ini dipercaya bertentangan dengan hasil penelitian.”
Selama ini banyak yang memercayai bahwa diet soda bisa membantu orang mengurangi asupan kalori dan membantu mengatur berat badan. Untuk menjawab masalah pertentangan ini diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Terlebih, penggunaan pemanis buatan semakin meningkat dan meluas sehingga dibutuhkan produk yang bisa menggantikan gula.
Pemanis buatan meningkatkan penyebaran penyakit obesitas dan penyakit lainnya yang terkait. Itulah sebabnya mengapa diperlukan produk yang bisa memberikan manfaat jangka panjang agar penggunaan pemanis buatan bisa menurun.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.