"Dahulu terdapat gadis cantik bernama meja. Karena kecantikannya, meja diidolakan para pemuda," ujar Aldo bercerita.
Suatu ketika datanglah dua pemuda tampan yang mendekati Meja. Yaitu, Wongge dan Kengo. Mereka berdua awalnya bersahabat dan sangat dekat. Wongge berasal dari keluarga sederhana, sementara Kengo dari keluarga kaya.
"Namun keduanya memiliki karakter yang berbeda. Wongge ramah dan santun, sedangkan Kengo pemarah. Lalu keduanya mulailah mendekati Meja," sambungnya.
Singkat cerita, Meja sudah menjatuhkan pilihan hatinya, yaitu kepada Wongge. Setelah cinta keluarga Wongge akan segera datang melamar. Berita tersebut terdengar hingga ke pelosok negeri. Kengo yang mendengar cerita tersebut marah dan tak terima.