Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parade Gebokan Jadi Magnet Wisatawan di Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Senin, 10 Juli 2017 |11:23 WIB
Parade Gebokan Jadi Magnet Wisatawan di Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017
Parade Gebokan (foto: Okezone)
A
A
A

PARADE gebokan menjadi salah satu yang menarik wisatawan dalam acara Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017 selama tiga hari berturut-turut, yakni 7-9 Juli 2017. Pasalnya, parade ini dilakukan oleh masyarakat wanita dari 23 desa adat di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali seraya membawa gebokan atau hasil bumi rakyat Tabanan di atas kepalanya dengan berat mencapai 5 kilogram. 

"Parade gebokan diangkat untuk bisa mengilhami kita kembali bahwa mereka menampilkan hasil-hasil bumi dari Tabanan, ada buah-buahan, umbi-umbian, apa saja yang bisa mereka tampilkan," ujar Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, yang ditemui Okezone secara eksklusif, di DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali, kemarin. 

Lebih lanjut, dituturkan oleh I Putu Erawan, salah seorang panitia acara Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017, parade gebokan juga memberi makna emansipasi wanita. 

"Parade ini juga sekaligus memberi makna emansipasi wanita. Bagaimana membudayakan wanita yang kuat membawa gebokan, lalu berjalan dengan gaya sejauh 30-60 meter," tambah I Putu Erawan, kala berbincang-bincang dengan Okezone, belum lama ini. 

Selain parade gebokan, pagelaran kesenian yang tak kalah menarik wisatawan adalah barong bangkung ngelawang, gong kebyar, rindik anak-anak, tari legong, prembon, arja klasik, slonding, bondres, dan joged bumbung. 

"Melalui pagelaran seni budaya, kami juga ingin agar generasi ke depan tidak lupa akan budaya kita, karena budaya adalah pemersatu bangsa," kata Eka Wiryastuti. 

Eka menuturkan sangat gembira melihat respon masyarakat yang sangat antusias berpartisipasi dalam acara ini. Melalui festival ini, banyak hal positif yang ditunjukkan. Bukan hanya meningkatkan pariwisata, tetapi juga meningkatkan rasa cinta masyarakat Tabanan. 

"Masyarakat Tabanan adalah bagian dari pembangunan. Terselenggaranya festival ini, banyak hal positif yang terjadi, rasa persaudaraan terjalin, kerukunan dipererat. Pagi-pagi sekali ibu-ibu sudah nyanggul di salon, mereka yang berdagang buah laku, pelaku seni semua tampil, mereka yang biasa dagang di kaki lima sekarang bisa membuka stand," papar Eka. 

Bicara soal target, Eka menjelaskan bahwa dirinya tak pernah memasang target yang muluk-muluk. Baginya, terpenting adalah melakukan yang tulus, terbaik, serta selalu berdoa dan bersyukur. Sehingga rakyat Tabanan juga senang, merasakan dampaknya, dan bangga dengan budayanya sendiri.

Eka pun mengapresiasi kerja keras masyarakat atas terselenggaranya acara ini. Ia menilai seluruh elemen masyarakat berkumpul dan bergembira selama tiga hari penyelenggaraan acara.

"Saya perhatikan malam-malam jam 11-12, wisatawan asing dan masyarakat kita berbaur bersama menikmati acara ini. Biasanya setelah sunset di Tanah Lot ini tak ada aktivitas, tetapi karena ada festival ini sampai tengah malam kawasan ini menjadi ramai," kata Eka dalam acara penutupan Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017, Minggu 9 Juli 2017.

Baru pertama kali digelar, acara yang didukung pula oleh Badan Ekonomi Kreatif ini, diharapkan dapat menjadi agenda tahunan. Dengan begitu, Tabanan akan menjadi semakin dikenal dan dikenang. 

"Ini acara gong yang pertama, nanti akan ada yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Adanya festival ini semoga menjadikan Tabanan terus bergerak, dikenal, dan dikenang. Semoga ke depannya akan berlanjut menjadi agenda tahunan sebagai bentuk kecintaan terhadap rakyat kecil serta memajukan rakyat Tabanan menjadi entrepreneur dan tuan rumah," tutupnya. 

(Donald Banjarnahor)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement