"Saya ingin mempunyai baju yang banyak."
Itulah jawaban saya, Barli Asmara kecil, saat ditanya orang tua ingin jadi apa kelak ketika dewasa. Hingga kini pun, saya nyaris tidak percaya cita-cita semasa kecil itu menjadi kenyataan. Meski telah menjadi perancang mode Indonesia yang terbilang sukses, tak banyak yang tahu saya harus menempuh tempaan yang cukup keras untuk menjadi sosok seperti saat ini.
Ya, saya Barli Asmara, terlahir sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Keinginan menjadi seorang desainer sebenarnya bukan menjadi cita-cita saya saat kecil. Tetapi, memang sejak kecil saya sudah memiliki passion atau hasrat lebih terhadap pakaian.
Sejak kecil saya senang dengan pakaian, sepatu, saya senang dengan kerapian, mix and match. Saya senang menggambar, rasanya menggambar menjadi satu-satunya passion yang saya miliki.
Hasrat ini sudah saya rasakan sejak usia 2-3 tahun, semua tembok rumah sudah habis saya gambar berbagai macam. Rasanya semua objek sudah saya gambar.
Mulai dari gambar animasi, kartun, pemandangan, bunga, mobil, semuanya. Hasrat menggambar inilah yang membuat saya menjadi tidak cukup menonjol dibandingkan bidang akademik saat saya duduk di bangku sekolah.